AC Milan Dilibas Chelsea 0-3 di Jakarta, Media Italia Buka Suara

Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:51:02 WIB
Pesepak bola AC Milan Luka Modric [FOTO: NET].

JAKARTA - AC Milan menuai sorotan dari sejumlah media Italia usai menelan kekalahan telak 0-3 dari Chelsea pada laga pramusim bertajuk Indonesia Super Cup 2026. Pertandingan antara Chelsea vs AC Milan dalam ajang Indonesian Super Cup tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Chelsea mengunci kemenangan lewat dua gol Joao Pedro serta satu gol Moises Caicedo. Hasil negatif ini membuat AC Milan besutan Ruben Amorim belum juga merasakan kemenangan dalam tiga laga pramusim. Sebelumnya, Rossoneri hanya bisa bermain imbang 2-2 kontra Celtic dan 1-1 saat berjumpa Inter Milan. Penampilan Milan sewaktu bersua Chelsea pun mendapat kritik tajam dari pers Italia.

Gazzetta dello Sport Soroti Kemunduran Milan

Gazzetta dello Sport menilai laga menghadapi Chelsea merupakan sebuah langkah mundur bagi persiapan Milan menyongsong musim baru. Media tersebut menggarisbawahi kegagalan Rossoneri dalam menghadirkan ancaman berbahaya di sepanjang laga.

"Perbedaan antara kedua tim terlihat jelas. Rossoneri mengakhiri pertandingan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dan praktis kesulitan sepanjang laga," tulis Gazzetta dello Sport.

Milan dinilai bermain penuh eksperimen lantaran Amorim memecah kekuatan skuadnya menjadi dua komposisi yang cukup seimbang untuk masing-masing babak di SUGBK. Gazzetta turut menyebut bahwa rotasi pemain ala Amorim membuat performa Milan masih sukar dinilai secara menyeluruh. Namun, duel berikutnya kontra Manchester United diyakini bakal menjadi ujian yang sesungguhnya sebelum Milan memulai petualangan di Liga Italia melawan Torino.

"Melawan Manchester United, eksperimen tidak lagi diperbolehkan," tulis Gazzetta.

Corriere della Sera: Milan Sempat Bagus, Lalu Runtuh

Sementara itu, Corriere della Sera menyoroti perubahan ritme permainan Milan yang sebenarnya sempat tampil apik pada 30 menit pertama. Menurut media tersebut, anak-anak asuh Amorim mendadak kehilangan kendali atas jalannya laga.

"Milan runtuh antara akhir babak pertama dan awal babak kedua," tulis Corriere della Sera.

Dua gol kreasi Joao Pedro memegang peranan krusial bagi kemenangan Chelsea, sementara Caicedo turut mencatatkan namanya di papan skor. Corriere della Sera menganggap Chelsea secara penuh menguasai laga setelah Milan sempat memberikan perlawanan sengit di awal pertandingan.

Milan Tanpa Tembakan Tepat Sasaran

Pandangan serupa disampaikan SempreMilan.it yang menyoroti minimnya efektivitas serta produktivitas Milan sepanjang 90 menit. Chelsea dinilai sanggup mengontrol permainan secara perlahan, sedangkan Milan lebih banyak bergantung pada skema serangan balik.

Rafael Leao sebenarnya sempat memperoleh celah lewat sebuah serangan cepat. Di samping itu, Francesco Camarda serta Strahinja Pavlovic juga sempat menghadirkan peluang yang terbilang menjanjikan. Akan tetapi, Milan tak sanggup mengonversi momentum tersebut menjadi ancaman nyata.

Menurut SempreMilan.it, Rossoneri bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang sepanjang babak pertama. Gol pembuka Chelsea juga menjadi sorotan tajam lantaran Joao Pedro dapat menyundul bola tanpa kawalan berarti usai situasi sepak pojok. Kecerobohan dalam menjaga lawan tersebut kian mempertegas kelemahan Milan di barisan pertahanan.

Milan baru mendapatkan peluang matang lewat aksi Samuele Ricci pada menit ke-81. Kendati demikian, sepakannya masih melayang tinggi di atas mistar. Pada akhirnya, Milan menyudahi laga tanpa memegang satu pun tembakan tepat sasaran sekaligus memperpanjang tren tanpa kemenangan di fase pramusim 2026.

Terkini