Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Dikritik Tak Paham Kultur ASEAN

Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:28:31 WIB
John Herdman [FOTO: NET].

JAKARTA - John Herdman gagal mengantarkan Timnas Indonesia melaju jauh di ASEAN Championship 2026 setelah tersingkir di fase Grup A. Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), memastikan Timnas Indonesia kembali gagal menembus fase gugur Piala AFF untuk keenam kalinya. Skuad Garuda hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A dengan perolehan tujuh poin dari dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.

 Pengamat sepak bola nasional, Ibam Hariri, menilai salah satu penyebab kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 adalah ketidakpahaman John Herdman terhadap dinamika sepak bola di ASEAN. Salah satu sorotan utama adalah kekalahan 0-3 dari Vietnam, di mana John Herdman dianggap terjebak dalam taktik Kim Sang-sik.

"John Herdman belum terlalu memahami bagaimana karakteristik persaingan di level Asia Tenggara, khususnya ketika menghadapi Vietnam."

"John Herdman benar-benar masuk perangkap Kim Sang-sik, di-outclass oleh Vietnam, dan begitu buntu," kata Ibam Hariri dalam wawancara via WhatsApp kepada KOMPAS.com, Sabtu (8/8/2026).

Ibam Hariri mengklaim strategi yang diterapkan oleh John Herdman cenderung naif untuk diterapkan di lingkup ASEAN. Ia berpendapat bahwa pelatih asal Inggris tersebut kurang melakukan riset mengenai peta persaingan antartim di kawasan Asia Tenggara, sehingga pengambilan keputusan terkait komposisi pemain maupun taktik menjadi tidak sinkron dengan kebutuhan tim. Ibam meyakini skuad saat ini sebenarnya mampu meraih hasil lebih baik jika ditangani oleh pelatih yang lebih memahami kultur persaingan di Asia Tenggara.

Terkait sosok pelatih yang dibutuhkan, Ibam menyebut mendiang Alfred Riedl sebagai solusi yang lebih tepat dibandingkan pilihan lain. Menurutnya, Riedl sangat memahami sepak bola ASEAN dan terbukti mampu membawa Garuda lolos ke final sebanyak dua kali.

"Alfred Riedel dalam dua periode menangani tim nasional Indonesia hanya satu kali mengecewakan, itupun kondisi semak bulan negara kami sedang carut-marut."

"Tapi di 2016 dengan segala keterbatasannya, dia paham bagaimana cara untuk memaksimalkan komposisi yang saat ini sangat terbatas," ujar Ibam. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Riedl membawa tim ke partai puncak pada 2010 juga menjadi bukti kemampuannya.

Ibam menegaskan bahwa permasalahan tim bukan terletak pada pemain keturunan, melainkan pada John Herdman yang dinilai kurang mengenal anak asuhnya sendiri serta peta persaingan di ASEAN.

"Jadi memang ini bukan perkara tidak ada pemain heritage...Ini lebih kepada perkara John Herdman kurang mengenal timnya sendiri, kurang riset persaingan di Asia Tenggara, dan dugaan saya John Herdman cukup terlalu percaya diri dan terlalu naif dengan kekuatan Indonesia," tutupnya.

Terkini