Semen Indonesia Rilis Kembali Semen Kujang, Usung Teknologi Mikro

Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:32:01 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG menghidupkan kembali merek Semen Kujang yang sebelumnya pernah menjadi salah satu produk semen ikonik di wilayah Jawa Barat.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa Semen Kujang tercatat sebagai produk semen perdana di Jawa Barat pada 1975. Merek tersebut kini dipasarkan kembali dengan mengusung unsur kearifan lokal serta sentuhan teknologi baru.

"Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional," ujar Indrieffouny dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Indrieffouny memaparkan bahwa Semen Kujang merupakan jenis semen Portland Composite Cement (PCC) sesuai standar SNI 7064:2022 yang diproduksi oleh anak usaha SIG, yaitu PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat. Produk ini memanfaatkan teknologi Active Micro Particle, yakni inovasi butiran mikro yang dirancang untuk mengisi rongga material secara lebih presisi sehingga menghasilkan struktur yang kian padat.

Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menuturkan bahwa penggunaan teknologi tersebut menyajikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang kian kuat, hasil akhir finishing permukaan yang lebih halus, serta kualitas pengecoran yang lebih padat.

"Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini," ujar Dicky.

Sejarah Semen Kujang Kehadiran Semen Kujang bermula dari pendirian PT Semen Cibinong pada 1971 oleh PT Semen Gresik (Persero) bersama Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation. Proyek pembangunan pabriknya dimulai pada 1973 yang berlokasi di Narogong, Jawa Barat. Dua tahun berselang, pabrik dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto dan mulai beroperasi memakai merek Semen Kujang.

Pada Agustus 1977, PT Semen Cibinong menggelar Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO), yang mencatatkan namanya sebagai entitas pertama yang melantai di bursa saham usai pasar modal Indonesia diaktifkan kembali.

Guna memperkenalkan kembali merek ini ke publik, SIG turut membangun kemitraan strategis dengan klub sepak bola Persib Bandung. Lewat kerja sama ini, logo Semen Kujang bakal dipasang pada jersi resmi Persib.

“Kemitraan Semen Kujang dan Persib bukan sekadar bentuk dukungan terhadap klub, tetapi juga representasi komitmen kami untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat," pungkas Dicky.

Terkini