Sinergi Kemenekraf dan ABPEDNAS Dorong Program Desa Kreatif

Jumat, 07 Agustus 2026 | 19:53:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif mengintensifkan kolaborasi bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan melalui Program Desa Kreatif, pendataan potensi lokal, serta penguatan kelembagaan guna membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat daerah.

“Seluruh intervensi kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terhubung. Desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif akan kami dorong dan kembangkan bersama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/8/2026).

Riefky menerangkan bahwa pembenahan wilayah pedesaan menjadi salah satu fokus utama pemerintah sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menggenjot pembangunan yang dimulai dari desa.

Guna merealisasikan target tersebut, Kementerian Ekraf mengagendakan Program Pengembangan Desa Kreatif yang memadukan intervensi lintas direktorat demi mengakselerasi pembangunan desa berbasis sektor kreatif. Inisiatif ini digulirkan secara bertahap, mulai dari tingkatan rintisan, produktif, berdaya, sampai taraf mandiri, yang disesuaikan dengan kekuatan masing-masing desa di 21 subsektor ekonomi kreatif.

Pada audiensi tersebut, kedua belah pihak menjajaki kemitraan meliputi kurasi desa kreatif, pengoptimalan karya dari peserta Program Film Jaga Desa, serta pemanfaatan simpul jaringan ABPEDNAS dalam pemetaan potensi ekonomi kreatif warga.

Skema Aktivasi Desa Kreatif nantinya memberikan pendampingan langsung melalui pembinaan kapasitas, pematangan produk, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pembukaan akses permodalan, jaringan pemasaran, hingga penerapan teknologi sesuai dengan karakteristik unik tiap desa.

“Kami ingin mempercepat pengembangan desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan ABPEDNAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui jejaring BPD yang telah terbentuk di berbagai daerah,” tutup Menteri Ekraf.

Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengawal agenda desa kreatif berbekal struktur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah beroperasi di 37 provinsi, 398 kabupaten/kota, serta 25.191 desa.

Menurut penjelasannya, kekuatan jaringan ini dapat dioptimalkan untuk memetakan sekaligus mengartikulasi desa-desa yang menyimpan potensi ekonomi kreatif, sembari mempererat sinergi pada program pemberdayaan warga.

“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD yang telah kami miliki. Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, termasuk pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, maupun berbagai potensi lokal lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Adhitya.

Pertemuan ini menandai fase awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan ABPEDNAS dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis pedesaan. Kerja sama ini diyakini memperluas jangkauan Program Desa Kreatif lewat optimalisasi simpul BPD guna memetakan potensi dan mengakselerasi kemandirian desa di berbagai wilayah.

Terkini