Indonesia-AS Jajaki Inovasi Teknologi Gasifikasi Batu Bara

Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:26:32 WIB
Ilustrasi - Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tengah menjajaki potensi kerja sama anyar di ranah penelitian serta inovasi teknologi gasifikasi batu bara kalori rendah, yang digarap oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra di negara bagian Dakota Utara.

Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo menyebutkan bahwa kerja sama energi ini menjadi wujud konkret dalam membangun kemitraan secara spesifik dengan negara bagian di AS.

"Kerja sama ini juga menarik, karena mempertemukan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya energi dengan kemampuan riset dan inovasi yang dimiliki Dakota Utara," kata Indroyono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Ia menerangkan bahwa Dakota Utara memegang posisi penting pada pengembangan riset energi di AS.  

Sementara itu, Pusat Penelitian Energi dan Lingkungan (EERC) di University of North Dakota selama ini telah mengembangkan aneka teknologi terkait energi dan lingkungan, sedangkan BRIN mempunyai peluang berkolaborasi bersama lembaga tersebut.

"Kami ingin kerja sama ini memberikan manfaat konkret bagi kemandirian energi, hilirisasi, sekaligus penguatan teknologi nasional," kata Indroyono.

Salah satu teknologi yang menarik perhatian yakni Transport Integrated Gasification (TRIG), sebuah pendekatan teknologi gasifikasi guna mengoptimalkan pemanfaatan batu bara, termasuk jenis batu bara berkalori rendah.

Menurut Indroyono, teknologi tersebut bernilai strategis untuk Indonesia yang menyimpan sumber daya batu bara kalori rendah dalam jumlah besar.

Penerapan teknologi itu secara tepat bakal menunjang agenda hilirisasi, penguatan ketahanan energi, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Inisiatif tersebut juga dapat menyokong pengembangan kerja sama antara Danantara Indonesia dan Latitude Energy AS demi mendorong diversifikasi sumber energi, serta peluang substitusi gas LNG.

Di samping kerja sama energi, Indonesia turut berminat menjajaki potensi kolaborasi strategis bersama negara bagian Dakota Utara di bidang pertanian, khususnya gandum. Potensi ini dinilai relevan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional, ujar Indroyono.

Pembahasan peluang kerja sama itu mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Jenderal kawasan Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Grata Endah Werdaningtyas dan Senator AS perwakilan Dakota Utara, Kevin Cramer, di Capitol Hill, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Selasa (4/8).

Terkini