Menteri Kependudukan Tinjau Warga Berisiko Stunting di Pangkalpinang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:28:06 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Wihaji. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Wihaji mengecek Keluarga Berisiko Stunting di Kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna menurunkan prevalensi stunting di wilayah itu.

"Kami sudah lihat tiga KRS dan memang keluarga ini memiliki balita, kondisi rumah, sanitasi dan ketersediaan air bersihnya kurang baik," kata Wihaji saat meninjau KRS di Kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Ia menyebutkan pemeriksaan Keluarga Berisiko Stunting di Kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang merupakan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, guna mengantisipasi serta menekan prevalensi stunting di Kepulauan Babel ini.

"KRS ini dikarenakan rumah, sanitasi, air bersih yang kurang layak dan sebagainya," ujarnya.

Ia menyebutkan ukuran stunting adalah 1.000 hari pertama kehidupan balita. Apabila 1.000 hari pertama kehidupan bayi ini baik maka ke depannya anak ini tidak akan menderita stunting.

"Apabila 1.000 hari pertama kehidupan anak ini sudah stunting, maka hanya 20 persen anak mengalami stunting yang bisa disembuhkan. Oleh karena itu, sebelum bayi tersebut mengalami stunting maka kami melakukan pendekatan untuk memberikan solusi penyebab stunting ini," katanya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menyebutkan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bidang kesehatan semata, melainkan butuh pendekatan yang menyeluruh serta terpadu dari berbagai unsur, mencakup pemenuhan sanitasi dan rumah tinggal yang layak.

"Kehadiran Mendukbangga di Kelurahan Ketapang hari ini menjadi suntikan semangat bagi Pemprov Babel untuk terus memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh, agar daerah ini bebas stunting," ujarnya.

Terkini