Kinerja Tigaraksa Satria (TGKA) Tumbuh Solid di Semester I-2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:18:02 WIB
PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) mencatatkan kenaikan kinerja pada paruh pertama tahun 2026, sejalan dengan naiknya angka penjualan serta perolehan laba bersih jika dibandingkan dengan kurun waktu yang serupa pada tahun sebelumnya.

Mengacu pada laporan keuangan, pendapatan TGKA tercatat menyentuh angka Rp 7,1 triliun pada semester I-2026. Nominal tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,5% apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun kemarin.

Di sisi lain, laba berjalan TGKA tercatat berada di kisaran Rp 200,3 miliar, atau mengalami pertumbuhan secara tahunan (YoY) sebesar 9,2%, serta merepresentasikan 49,9% dari keseluruhan laba yang dihimpun sepanjang tahun 2025.

Corporate Secretary TGKA Nelly mengutarakan bahwa kenaikan performa tersebut ditopang oleh menguatnya tingkat permintaan terhadap komoditas kebutuhan sehari-hari yang memegang peran utama sebagai sumber pemasukan perseroan.

“Pendapatan TGKA sebagian besar ditopang oleh segmen penjualan produk/barang konsumsi sehari-hari. Sehingga kinerja akan terpengaruh oleh tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” ungkap Nelly kepada Kontan.co.id, Kamis (30/7/2026).

Dirinya menambahkan, laju perekonomian nasional pada kuartal I-2026 yang menyentuh level 5,61% serta konsumsi masyarakat hingga bulan Juni 2026 yang memperlihatkan tren lebih positif turut memberikan sokongan pada permintaan pasar.

Tidak hanya itu, tingkat optimisme konsumen pun terpelihara dengan baik, yang bisa dilihat dari Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap berada di zona optimis.

Di luar faktor penopang dari kondisi makroekonomi, kinerja TGKA turut mendapatkan tambahan suplai kontribusi dari sejumlah principal anyar yang mulai bergabung menjelang penghujung kuartal IV-2025.

Principal-principal tersebut membukukan raihan pendapatan yang positif sehingga ikut memberikan dorongan terhadap eskalasi penjualan perseroan pada semester I-2026.

Ditinjau dari sektor lini bisnis, pertumbuhan kinerja TGKA masih didominasi secara kuat oleh sektor produk konsumsi sehari-hari.

Selain itu, unit usaha layanan manufaktur (manufacturing services) dan penyimpanan dingin (cold storage) pun turut mencatatkan perkembangan yang lebih positif ketimbang rentang waktu yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, pihak TGKA memandang ada beberapa tantangan yang patut diantisipasi, dengan salah satu poin utamanya berasal dari ranah operasional.

Di samping itu, proyeksi daya beli pada semester kedua tahun ini juga menjumpai kendala berupa kelesuan pada sektor ritel, menurunnya tingkat kepercayaan konsumen, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang berdampak pada laju inflasi, terutama yang berkaitan dengan material bahan baku produk impor.

Terkini

Ekonomi RI Melambat ke 5,29% di Kuartal II-2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:10:32 WIB

Gaji Manajer Kopdes Dipastikan Tak Sampai Rp 16 Juta

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:09:02 WIB

Menkeu: Babinsa Tidak Dipakai Kejar Pajak

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:07:32 WIB

Ancaman Defisit Neraca Perdagangan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:06:01 WIB

Angka Kemiskinan Turun, Kerentanan Ekonomi Masih Tinggi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:04:32 WIB