JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membeberkan pertumbuhan keluarga muda menjadi pemicu utama tingginya permintaan rumah subsidi.
"Dari sisi demografi, pertumbuhan keluarga muda, urbanisasi, dan meningkatnya kesadaran memiliki rumah sebagai aset jangka panjang juga menjadi pendorong utama permintaan rumah subsidi," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Heru memaparkan saat ini pengembang bersama pemerintah kian menggenjot perhatian pada konektivitas wilayah, akses jalan, jaringan air bersih, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas komersial sebagai bagian dari pengembangan perumahan subsidi.
"Prospek pasar rumah subsidi pada semester II 2026 masih sangat positif," katanya.
Tingginya angka backlog kepemilikan rumah memperlihatkan bahwa kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih tergolong besar dan belum sepenuhnya tercukupi.
Di sisi lain, pemerintah terus menggembleng sokongan pembiayaan lewat skema FLPP dengan target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah subsidi pada 2026.
Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyampaikan rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) amat diminati oleh generasi milenial beserta Gen Z.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi tahun lalu (2025) menyentuh 278.868 unit, di mana kurang lebih 62 persennya dimanfaatkan oleh Gen Z dan milenial dengan rentang usia 19 sampai 30 tahun.
Hal itu, menurut Heru, membawa optimisme bahwa kesadaran generasi muda saat ini guna menggarap investasi jangka panjang berupa rumah sebagai investasi masa depan masih terbilang sangat tinggi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan sektor perumahan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang mengemban imbas luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut AHY, program ini bukan sebatas mendirikan rumah, melainkan juga menumbuhkan harapan, mendongkrak kualitas hidup warga, serta memperkokoh fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.