Semester I/2026, Marketing Sales Lippo Karawaci Capai Rp3,7 T

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:26:01 WIB
Marketing Sales LPKR Tembus Rp3,7 Triliun pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mencatat prapenjualan (marketing sales) senilai Rp3,70 triliun pada semester I/2026 atau setara 62% dari target marketing sales sepanjang tahun yang dipatok Rp6 triliun.

Capaian tersebut didorong oleh permintaan yang masih solid terhadap hunian tapak pada segmen rumah terjangkau dan menengah.

CEO LPKR John Riady mengatakan pencapaian itu mencerminkan momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estat perseroan, sejalan dengan tingginya permintaan dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

"Momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Dia menambahkan, perseroan akan tetap mengutamakan pelaksanaan proyek-proyek township sembari menjaga disiplin dalam pengelolaan modal dan operasional.

Hunian tapak menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 79% dari total marketing sales, didukung peluncuran Park Serpong Phase 7 dan Phase 8 pada semester pertama tahun ini.

Pengembangan tersebut menghadirkan sejumlah produk baru, yakni Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops yang menyasar segmen rumah terjangkau.

Pada entitas induk (holdco), penjualan rumah tinggal berkontribusi sebesar Rp2,22 triliun, diikuti penjualan unit komersial Rp464 miliar, penjualan kavling Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman San Diego Hills senilai Rp65 miliar.

Perseroan juga mencatat sebanyak 72% transaksi penjualan rumah dibiayai melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencerminkan dominasi pembeli end-user sekaligus tingginya permintaan terhadap produk hunian yang terjangkau.

Dari sisi kinerja keuangan, LPKR membukukan pendapatan neto Rp3,53 triliun pada semester I/2026, turun 12,4% dibandingkan Rp4,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 179,6% menjadi Rp385,44 miliar, dari Rp137,90 miliar pada semester I/2025.

Sementara itu, EBITDA meningkat 20% menjadi Rp754 miliar dari Rp627 miliar pada semester I/2025.

Perseroan juga menutup Juni 2026 dengan posisi kas sebesar Rp1,41 triliun.

Pada segmen lifestyle, LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp605 miliar, laba bruto Rp490 miliar, serta EBITDA Rp236 miliar atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih segmen tersebut turut meningkat menjadi Rp131 miliar dari Rp111 miliar.

Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel (average room rate) relatif stabil di kisaran Rp635.000 dengan tingkat okupansi mencapai 54%.

Sementara itu, rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan LPKR naik 1% secara tahunan menjadi 11,2 juta pengunjung per bulan, mencerminkan berlanjutnya pemulihan aktivitas ritel.

Terkini

Harapan Pelatih Persib Jelang Indonesia Vs Vietnam

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:23:02 WIB

Gagal Juara WBC, Roach Puji Penampilan William Zepeda

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:18:01 WIB

Sean Gelael Cerita Dunia Balap kepada Pengunjung GIIAS

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:12:01 WIB

BPS Sebut Harga Energi Global Naik, Emas Terkoreksi

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:08:32 WIB

Kenali Sifat Toxic 12 Shio agar Tak Merugikan Diri

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:04:01 WIB