JAKARTA - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia membukukan eskalasi laba setelah pajak sebesar 56,56% secara tahunan (year on year/YoY) hingga mencapai angka Rp48,16 miliar pada tahun 2025.
Berdasarkan publikasi laporan keuangan yang dimuat dalam Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (28/7/2026), hasil jasa asuransi bersih yang dicatatkan oleh korporasi berada di posisi minus Rp2,89 miliar. Capaian tersebut berbalik arah secara drastis apabila dibandingkan dengan tahun 2024 yang masih mencatatkan nilai positif sebesar Rp39,34 miliar.
Secara lebih terperinci, total hasil tersebut terdiri atas perolehan pendapatan jasa asuransi sejumlah Rp853,57 miliar, dikurangi beban jasa asuransi senilai Rp450,57 miliar, serta beban dari kontrak reasuransi milikan yang mencapai Rp405,89 miliar.
Sementara itu, akumulasi hasil asuransi dan investasi bersih terpantau mengalami koreksi turun 32,21% (YoY) ke level Rp72,90 miliar. Jika dirinci, komponen ini mencakup pendapatan investasi (termasuk PAYDI) sebesar Rp79,22 miliar, beban keuangan yang berasal dari kontrak asuransi senilai Rp26,09 miliar, serta pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi yang tercatat Rp22,66 miliar.
Lebih lanjut, total laba sebelum pajak yang diraup Allianz Utama sepanjang 2025 menyentuh angka Rp47,59 miliar dengan tanggungan beban pajak sebesar Rp578 juta, sehingga menghasilkan perolehan laba setelah pajak senilai Rp48,16 miliar.
Di samping itu, perolehan pendapatan komprehensif lainnya secara bersih tercatat sebesar Rp28,33 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan laba komprehensif perusahaan mengalami kenaikan hingga 197,43% (YoY) menjadi Rp76,50 miliar.
Berpindah pada pos laporan neraca keuangan, Allianz Utama melaporkan total kepemilikan jumlah aset sebesar Rp1,94 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 4,30% (YoY) apabila disandingkan dengan periode sebelumnya yang senilai Rp1,86 triliun.
Porsi aset terbesar didominasi oleh instrumen investasi senilai Rp1,10 triliun, diikuti oleh aset kontrak reasuransi sebesar Rp407,58 miliar, serta pos kas dan setara kas yang mencapai Rp345,70 miliar.
Sementara itu, struktur liabilitas serta ekuitas terbesar bersumber dari pos modal disetor sejumlah Rp763 miliar, liabilitas kontrak asuransi sebesar Rp712,53 miliar, serta pos liabilitas lain-lain senilai Rp219,32 miliar. Dengan begitu, total keseluruhan jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan seimbang pada angka Rp1,94 triliun.
Meninjau dari indikator kesehatan tingkat solvabilitas keuangan, Allianz Utama mengantongi jumlah tingkat solvabilitas sebesar Rp761,52 miliar, yang mengalami kenaikan 18,37% (YoY). Di samping itu, jumlah Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) tercatat sebesar Rp128,70 miliar, dengan rasio tingkat pencapaian solvabilitas pada tahun 2025 bertengger di level 591,69%.