10 Saham Pemberat Utama IHSG Sepekan: BMRI, BBCA, ASII

Minggu, 26 Juli 2026 | 17:50:45 WIB
Daftar 10 Top Laggards Sepekan: BMRI, BBCA, hingga ASII [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelemahan yang melanda sejumlah saham berkapitalisasi kakap sepanjang rentang waktu perdagangan tanggal 20 hingga 24 Juli 2026 turut memberikan tekanan terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

 Tercatat setidaknya ada 10 emiten yang memegang status sebagai penyeret utama indeks komposit sekaligus masuk ke dalam daftar jajaran top laggards sepekan, di antaranya meliputi BMRI, BBCA, hingga ASII.

Merujuk pada catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten perbankan pelat merah yakni Bank Mandiri (BMRI) menduduki tangga teratas sebagai pemberat utama bagi pergerakan IHSG. Selama sepekan penuh, harga saham BMRI mengalami koreksi sedalam 7,81% dan menyumbang tekanan negatif sebesar 28,57 poin terhadap IHSG.

Tekanan susulan berikutnya datang dari emiten perbankan raksasa swasta yakni BBCA yang merosot 3,09% dalam sepekan, sekaligus memberikan tekanan pada IHSG hingga mencapai 17,65 poin. Di sisi lain, saham ASII yang terkoreksi 2,35% turut ambil bagian menekan IHSG sebesar 4,89 poin.

Selanjutnya, saham DCII kepunyaan Toto Sugiri turut menyumbangkan beban tekanan sebesar 3,35 poin, yang kemudian disusul oleh saham UNTR sebesar 3,11 poin, serta saham MSIN sebesar 2,80 poin. Sementara itu, saham TLKM yang mengalami pelemahan 1,13% juga turut menekan IHSG sebesar 2,77 poin.

Tekanan serupa turut dialami oleh saham FILM sebesar 2,37 poin, emiten bidang telekomunikasi EXCL sebesar 2,17 poin, serta emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro yakni BUVA yang menyeret IHSG turun 2,07 poin dalam kurun waktu sepekan.

Walaupun sempat dibayangi oleh tekanan dari rentetan saham-saham tersebut, IHSG pada akhirnya tetap mampu menutup sesi perdagangan sepekan dengan membukukan pertumbuhan positif sebesar 0,34%.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengemukakan bahwa aktivitas perdagangan saham dalam kurun waktu 20–24 Juli 2026 ditutup membawa performa positif yang terefleksi dari melonjaknya sejumlah indikator utama pasar.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 66,88% menjadi 43,68 miliar saham, dibandingkan 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Di samping itu, rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami lonjakan sebesar 41,21% menjadi Rp19,76 triliun dari posisi sebelumnya di angka Rp13,99 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun turut meninggi 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari catatan semula sebanyak 2,33 juta kali transaksi.

Sebaliknya, nilai kapitalisasi pasar di BEI terpantau bertumbuh 1,13% menembus level Rp10.870 triliun dari yang sebelumnya berada di kisaran Rp10.749 triliun pada pekan lalu.

Seirama dengan hal tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34% sepanjang sepekan dan diparkir pada level 6.196,430, jika dikomparasikan terhadap posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di titik 6.175,535.

Kendati demikian, para investor asing nyatanya masih terus membukukan aksi lepas kepemilikan saham atau jual bersih. Pada perdagangan hari Jumat (24/7/2026), pemodal asing mencatatkan aksi net sell senilai Rp1,36 triliun. 

Secara akumulatif terhitung sepanjang tahun 2026 ini, total nilai jual bersih investor asing telah menyentuh angka Rp79,09 triliun.

Daftar rincian 10 saham top laggards IHSG sepekan:

BMRI: Perubahan Harga -7,81% | MCFF Rp146,69 triliun | Kontribusi ke IHSG -28,57 poin

BBCA: Perubahan Harga -3,09% | MCFF Rp240,91 triliun | Kontribusi ke IHSG -17,65 poin

ASII: Perubahan Harga -2,35% | MCFF Rp88,22 triliun | Kontribusi ke IHSG -4,89 poin

DCII: Perubahan Harga -1,74% | MCFF Rp82,58 triliun | Kontribusi ke IHSG -3,35 poin

UNTR: Perubahan Harga -3,95% | MCFF Rp32,88 triliun | Kontribusi ke IHSG -3,11 poin

MSIN: Perubahan Harga -15,35% | MCFF Rp6,73 triliun | Kontribusi ke IHSG -2,80 poin

TLKM: Perubahan Harga -1,13% | MCFF Rp105,57 triliun | Kontribusi ke IHSG -2,77 poin

FILM: Perubahan Harga -29,57% | MCFF Rp2,46 triliun | Kontribusi ke IHSG -2,37 poin

EXCL: Perubahan Harga -6,59% | MCFF Rp13,41 triliun | Kontribusi ke IHSG -2,17 poin

BUVA: Perubahan Harga -11,52% | MCFF Rp6,94 triliun | Kontribusi ke IHSG -2,07 poin

Terkini