Kopi vs Teh di Pagi Hari: Pilih yang Sesuai dengan Kondisi Tubuh

Senin, 20 Juli 2026 | 00:50:31 WIB
Teh atau Kopi di Pagi Hari, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan? [FOTO: NET].

JAKARTA - Secangkir kopi atau teh sering menjadi teman pertama setelah bangun tidur. Aroma kopi yang kuat menawarkan lonjakan energi secara cepat, sementara teh memberikan sensasi yang lebih ringan dan menenangkan.

 Namun, minuman mana yang sebenarnya lebih baik untuk memulai pagi? Jawabannya bergantung pada respons tubuh terhadap kafein, kondisi pencernaan, serta tujuan seseorang di pagi hari.

Ahli gizi holistik, Dr. Geetika Chopra, menjelaskan bahwa pilihan terbaik tidak bisa disamaratakan karena bergantung pada kondisi tubuh, tingkat stres, dan toleransi kafein masing-masing individu.

“Dari perspektif nutrisi dan fisiologi, kopi maupun teh bisa menjadi pilihan yang baik untuk memulai pagi,” kata Chopra, Senin (20/7/2026).

Kopi Memberi Dorongan Energi Lebih Cepat 

Kopi sering dipilih bagi mereka yang membutuhkan kesiapan mental dan fisik secara instan. Kandungan kafeinnya membantu meningkatkan kewaspadaan, fokus, serta kecepatan reaksi. Namun, Chopra mengingatkan bahwa mengonsumsi kopi saat perut kosong dapat memicu lonjakan kortisol, asam lambung, hingga penurunan energi drastis setelahnya, khususnya bagi penderita kecemasan, PCOS, atau pemilik pencernaan sensitif.

Teh Menawarkan Energi Lebih Stabil

 Berbeda dengan kopi, teh—khususnya teh hijau—memberikan pelepasan energi yang lebih lembut dan bertahap. Menurut Chopra, kandungan L-theanine dalam teh membantu menciptakan fokus yang tenang tanpa stimulasi berlebihan.

“Teh umumnya lebih lembut bagi usus dan lebih cocok untuk orang yang mengalami rasa gelisah atau asam lambung setelah minum kopi,” ungkap Chopra.

Selain itu, teh mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Mana yang Lebih Baik Diminum Pagi Hari? 

Pilihan antara teh atau kopi kembali pada respons tubuh individu. Kopi cocok bagi mereka yang membutuhkan dorongan energi cepat dan memiliki toleransi kafein yang tinggi, sementara teh lebih ideal bagi mereka yang mendambakan energi stabil dan sensasi ringan.

“Jika kamu dapat menoleransi kafein dengan baik dan membutuhkan dorongan cepat, kopi bisa menjadi pilihan, tetapi hindari meminumnya saat perut kosong,” tuturnya.

“Jika tujuan kamu adalah energi yang stabil, kesehatan usus yang lebih baik, dan keseimbangan hormon, teh sering kali menjadi pilihan yang lebih baik untuk jangka panjang,” tambah Chopra.

Pada akhirnya, tidak ada minuman yang mutlak paling sehat untuk semua orang. Perhatikan reaksi tubuh seperti gangguan tidur atau keluhan pencernaan. Secara umum, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa.

Terkini