Stok Terserap Program MBG, Harga Sayuran di Pasuruan Melonjak Tinggi

Senin, 20 Juli 2026 | 19:35:31 WIB
Tahun Ajaran Baru, Harga Sayur di Pasuruan Meroket hingga 100 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Tradisional Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Komoditas timun dan sawi mencatatkan kenaikan harga paling tajam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (20/7/2026), harga timun melonjak menjadi Rp 20.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 10.000 per kilogram saat masa libur sekolah. Di sisi lain, harga sawi naik dua kali lipat dari Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Kebonagung, Hanida, menyatakan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh menipisnya pasokan dari petani. Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari pemasok, sebagian stok sayuran terserap untuk memenuhi kebutuhan dapur Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Sayur-mayur yang naik. Pas kulakan itu katanya stoknya sedikit, dibeli MBG (SPPG)," ujar Hanida.

Selain timun dan sawi, berbagai komoditas lainnya pun mengalami kenaikan harga. Wortel naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram, sedangkan buncis naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Harga terong juga naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram. Labu siam naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram, sementara kacang panjang naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram. Adapun harga kubis kini menyentuh Rp 8.000 per kilogram, dan kentang dijual Rp 14.000 per kilogram.

Pedagang lain, Aminah, turut menyebut bahwa pasokan dari daerah penghasil berkurang sehingga harga sayur meningkat. Ia menduga tingginya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru berdampak pada ketersediaan stok di pasar.

"Naiknya pas masuk sekolah. Katanya gara-gara MBG juga," kata Aminah.

Tidak hanya sayuran, harga daging ayam juga masih bertahan tinggi di kisaran Rp 35.000 per kilogram selama dua pekan terakhir. Sebelumnya, harga ayam berada di kisaran Rp 31.000 per kilogram.

Menurut Aminah, lonjakan harga ini mengakibatkan daya beli masyarakat melemah. Banyak konsumen yang mengurangi jumlah belanja demi menyesuaikan anggaran rumah tangga.

"Banyak yang beli separuh dari biasanya karena harganya naik," ujarnya.

Terkini