Siapkan 17 SNT, Kemendikdasmen Targetkan 500 Sekolah hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 | 18:24:02 WIB
Kemendikdasmen Operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap memulai pembangunan serta pengoperasian Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) baru di 17 kabupaten/kota pada tahun 2026.

 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menuturkan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan kelas transisi yang memadai dengan memanfaatkan ruang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun fasilitas yang disediakan pemerintah daerah selama proses pembangunan fisik berlangsung.

“Sebanyak 17 SNT yang akan beroperasi tahun 2026 telah disiapkan kelas transisi yang memadai, seperti di OIKN, UPT Kemendikdasmen, dan tempat belajar lainnya yang disediakan oleh pemerintah daerah,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin.

Ke-17 SNT tersebut berlokasi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tahun ini, Kemendikdasmen menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota, dengan 20 unit sisanya diproyeksikan mulai menerima murid baru pada tahun ajaran 2027/2028.

Mengenai target jangka panjang, Kemendikdasmen berpedoman pada arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 500 layanan SNT secara bertahap hingga tahun 2029.

“SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029,” katanya.

Guna mendukung program prioritas tersebut, Kemendikdasmen telah menerima Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,12 triliun yang dicairkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar Rp204,5 miliar dan tahap kedua senilai Rp8,9 triliun.

Terkini