Timnas Surfing Indonesia Fokus Adaptasi Ombak Jelang Asian Games 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:30:02 WIB
Adaptasi Ombak Jadi Kunci Peluang Timnas Surfing di Asian Games 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelatih tim nasional selancar Indonesia Dylan Amar menyatakan bahwa kemampuan beradaptasi dengan karakter ombak di Jepang merupakan aspek krusial bagi performa atlet pada gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menurut Dylan, karakteristik ombak di lokasi pertandingan akan menjadi kendala utama, sehingga saat ini timnas melakukan pemusatan latihan di beberapa pantai di Bali yang memiliki kontur serupa dengan lokasi perlombaan di Jepang.

"Karena di surfing ombak sangat menentukan, persiapan untuk latihan kami menggunakan lapangan yang seperti di Jepang, yaitu Kuta, Legian, dan Canggu. Karena kemiripan kontur dasarnya," kata Dylan saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Selain melatih teknik di laut sebanyak lima kali seminggu untuk menganalisis karakter ombak dan menerapkan strategi, para atlet juga menjalani program penguatan fisik di pusat kebugaran selama tiga kali seminggu guna meningkatkan kekuatan serta fleksibilitas gerakan.

Indonesia berencana mengikutsertakan empat atlet, yang terdiri dari dua peselancar putra dan dua peselancar putri. Dylan menilai kualitas peselancar Indonesia mampu bersaing dengan atlet mancanegara, termasuk Jepang. Namun, status Jepang sebagai tuan rumah memberikan keunggulan dalam pemahaman karakter ombak.

"Secara di atas kertas skill kami sama, maksudnya Jepang dan Indonesia ini sama. Karena beberapa kali kami sudah kalahkan Jepang, seperti di Maldives kami kalahkan Jepang. Di India kemarin kami kalahkan Jepang," kata Dilan.

"Jadi memang keuntungan dia, dia paham dengan pantai dia. Karena mereka sudah latihan terus. Itu saja yang tantangan kami untuk melawan tuan rumah."

Oleh karena itu, ia berharap tim Indonesia dapat tiba lebih awal di Jepang untuk mempelajari karakter ombak, cuaca, dan arah angin di arena perlombaan.

"Makanya persiapan kami kalau bisa dapat lebih panjang di Jepang itu akan menguntungkan kami. Untuk mempelajari karakter ombak di sana," ujar Dilan.

Dalam kunjungannya ke pelatnas tim selancar di Bali, Kamis (16/7), Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, berkomitmen mendukung permintaan tersebut agar atlet dapat tampil maksimal.

"Kami akan mengusahakan itu, karena memang harapannya kami mau juga para atlet yang apa namanya, yang akan bertanding itu memang benar-benar bisa seoptimal mungkin, kalau memang dimungkinkan mereka bisa beberapa hari datang lebih awal, sehingga mereka bisa beradaptasi," ujar Todotua.

Terkini