Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Pembiayaan Berkelanjutan Lewat Bonds Sukuk

Jumat, 10 April 2026 | 10:23:13 WIB
Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Pembiayaan Berkelanjutan Lewat Bonds Sukuk

JAKARTA - Dorongan terhadap pembiayaan berkelanjutan semakin menguat di tengah perubahan lanskap ekonomi global. 

Perusahaan kini tidak hanya dituntut untuk tumbuh secara finansial, tetapi juga mampu beradaptasi dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi perhatian investor dunia. Dalam konteks ini, kolaborasi IBCSD dan BEI menjadi langkah strategis untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas melalui instrumen pasar modal.

Melalui forum Executive Dialogue on Sustainable Bonds & Sukuk: Driving Impact Through Capital Markets, pelaku usaha mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peluang pendanaan berbasis keberlanjutan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi bisnis menuju ekonomi rendah karbon yang semakin relevan di masa depan.

Forum Executive Dialogue Sustainable Bonds dan Sukuk

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses menyelenggarakan Executive Dialogue on Sustainable Bonds & Sukuk: Driving Impact Through Capital Markets di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Forum ini mempertemukan lebih dari 40 eksekutif perusahaan, termasuk di antaranya anggota IBCSD, untuk membahas peluang pembiayaan berkelanjutan melalui instrumen pasar modal.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memahami Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) sebagai instrumen sustainable bonds.

Peran Pasar Modal dalam Pembiayaan Berkelanjutan

Forum tersebut menegaskan bahwa pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Instrumen seperti sustainable bonds dan sukuk menjadi alternatif pembiayaan yang semakin diminati.

Selain memberikan akses pendanaan jangka panjang, instrumen ini juga dinilai mampu meningkatkan daya saing bisnis karena selaras dengan prinsip keberlanjutan yang kini menjadi standar global.

Paparan dari BEI, Pefindo, dan EY Indonesia

Dalam sesi pemaparan, BEI menyoroti perkembangan pasar modal Indonesia yang semakin terbuka terhadap instrumen keberlanjutan.

Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menjelaskan pentingnya integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam penilaian kredit perusahaan.

EY Indonesia turut menggarisbawahi bahwa laporan keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam membangun kredibilitas perusahaan di mata investor.

Ketiga perspektif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan bagian inti dari strategi bisnis modern.

Perubahan Lanskap Pembiayaan Global

Forum ini juga menyoroti perubahan signifikan dalam lanskap pembiayaan global. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan prinsip keberlanjutan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan akses pendanaan.

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menghadapi tren ini antara lain:

Mengintegrasikan ESG dalam strategi inti bisnis

Memperkuat laporan keberlanjutan yang kredibel

Menyiapkan proyek hijau yang layak didanai (bankable)

Memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan

Langkah-langkah tersebut menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Pentingnya Instrumen GSS Bonds dan Sukuk

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa instrumen Green, Social, dan Sustainability (GSS) bonds & sukuk kini menjadi strategi penting bagi perusahaan.

“Instrumen Green, Social, dan Sustainability (GSS) bonds & sukuk telah menjadi strategi bagi perusahaan untuk mengakses investor yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan. Penerapan aspek GSS dapat mendorong terciptanya measurable impact sekaligus menjaga stabilitas ekonomi, dimana arah ekonomi global kini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan," ujar Vice Director Listed Companies Development IDX Indonesia, Listyorini Dian Pratiwi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan instrumen pembiayaan berkelanjutan bukan hanya tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan global.

Strategi Bisnis Jangka Panjang Berbasis Keberlanjutan

Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani menekankan bahwa kesiapan perusahaan menjadi faktor utama dalam memanfaatkan peluang pembiayaan berkelanjutan.

“Ke depan, keberlanjutan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan bagaimana perusahaan dapat mengakses dan mempertahankan modal. Sustainable bonds dan sukuk menjadi bagian dari strategi finansial jangka panjang untuk memperkuat daya saing, ketahanan, dan pertumbuhan bisnis perusahaan. Forum ini diharapkan dapat membantu perusahaan memahami langkah konkret untuk memulainya," ujar Indah Budiani.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi elemen strategis dalam pengelolaan bisnis.

Respons Pelaku Industri terhadap Forum

Salah satu peserta dari sektor industri, Myrta S. Utami, Chief Financial Officer MedcoEnergi Power, menyampaikan apresiasinya terhadap forum ini.

“Forum ini sangat membantu perusahaan untuk mulai lebih memahami isu ESG, bukan hanya karena sebagai kewajiban pelaporan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis sehari-hari. Yang paling penting, diskusi seperti ini memberikan gambaran solusi konkret yang bisa langsung diterapkan oleh perusahaan.”

Ia juga berharap ke depan akan lebih banyak forum serupa yang dapat memperkaya pemahaman perusahaan terkait solusi pembiayaan berkelanjutan.

Dorongan Adaptasi di Tengah Regulasi Global

Seiring meningkatnya tuntutan regulasi global seperti CBAM, ESG disclosure, serta kebijakan dekarbonisasi, perusahaan di Indonesia dituntut untuk segera beradaptasi.

Ekspektasi investor global terhadap praktik ESG juga semakin tinggi, sehingga perusahaan yang tidak siap berisiko tertinggal dalam persaingan.

Melalui kolaborasi IBCSD dan BEI, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan instrumen pembiayaan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kolaborasi IBCSD dan BEI menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. Dengan mendorong pemanfaatan sustainable bonds dan sukuk, forum ini tidak hanya membuka akses pendanaan, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi ekonomi serta lingkungan.

Terkini