JAKARTA - Kinerja PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli sepanjang tahun 2025 mencerminkan pertumbuhan bisnis yang agresif, terutama dari sisi pendapatan.
Emiten yang berada dalam Grup Djarum ini berhasil membukukan peningkatan pendapatan yang signifikan secara tahunan, didorong oleh kontribusi dari berbagai lini usaha, mulai dari ritel online hingga toko fisik. Di tengah ekspansi tersebut, perusahaan juga menghadapi tekanan dari sisi biaya yang memengaruhi hasil akhir kinerja keuangannya.
Lonjakan Pendapatan Didukung Berbagai Segmen Usaha
Sepanjang 2025, Blibli mencatatkan pendapatan sebesar Rp22,36 triliun. Angka ini meningkat 33,77% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,71 triliun. Kenaikan ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang kuat dari aktivitas bisnis perusahaan di berbagai kanal.
Berdasarkan laporan keuangan, peningkatan pendapatan didorong oleh kontribusi dari beberapa segmen utama. Pendapatan dari institusi pihak ketiga tercatat sebesar Rp9,02 triliun. Sementara itu, ritel online menyumbang Rp8,67 triliun, dan toko fisik memberikan kontribusi sebesar Rp7,59 triliun.
Namun, total pendapatan tersebut turut dikurangi oleh diskon dan promosi langsung yang mencapai Rp3,17 triliun. Meski demikian, secara keseluruhan perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Beban Pokok Meningkat Seiring Ekspansi Bisnis
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, Blibli juga mencatat peningkatan pada beban pokok pendapatan. Pada 2025, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp18,4 triliun, meningkat 37,52% dibandingkan Rp13,41 triliun pada 2024.
Kenaikan beban ini mencerminkan intensitas ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan, termasuk peningkatan aktivitas operasional di berbagai lini usaha. Meskipun demikian, peningkatan biaya ini masih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang berhasil dicapai.
Dampaknya, perusahaan tetap mampu membukukan laba bruto sebesar Rp3,9 triliun. Angka ini meningkat dari Rp3,29 triliun pada tahun sebelumnya, atau naik 18,53% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun biaya meningkat, perusahaan masih dapat menjaga margin pada tingkat laba bruto.
Tekanan Biaya Membuat Perusahaan Masih Mencatatkan Rugi Bersih
Walaupun laba bruto mengalami peningkatan, kondisi berbeda terjadi pada laba bersih perusahaan. Setelah dikurangi berbagai biaya operasional dan beban lainnya, Blibli masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,35 triliun sepanjang 2025.
Namun, kerugian tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, rugi bersih perusahaan tercatat sebesar Rp2,56 triliun. Dengan demikian, terdapat perbaikan kinerja dari sisi bottom line, meskipun perusahaan belum mencapai posisi laba bersih positif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih berada dalam fase ekspansi dan penguatan bisnis, yang umumnya disertai dengan tekanan biaya yang cukup besar.
Aset, Liabilitas, dan Ekuitas Tunjukkan Pertumbuhan
Dari sisi neraca, Blibli juga mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator keuangan utama. Total aset perusahaan mencapai Rp17,8 triliun pada 2025, meningkat dari Rp16,16 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total liabilitas turut mengalami kenaikan menjadi Rp8,34 triliun, dibandingkan Rp6,34 triliun pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan kewajiban perusahaan seiring dengan ekspansi yang dilakukan.
Adapun total ekuitas perusahaan juga tercatat meningkat menjadi Rp17,8 triliun, dari sebelumnya Rp16,16 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki struktur permodalan yang cukup kuat untuk menopang pertumbuhan bisnis ke depan.
Ekspansi Agresif Jadi Kunci Pertumbuhan Blibli
Secara keseluruhan, kinerja Blibli sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat dari sisi pendapatan, meskipun masih diiringi oleh kerugian bersih. Lonjakan pendapatan yang signifikan menjadi indikator bahwa strategi ekspansi yang dijalankan mulai membuahkan hasil.
Di sisi lain, peningkatan beban dan biaya operasional menjadi tantangan yang perlu dikelola secara lebih efisien ke depan. Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan dan perbaikan kerugian, perusahaan memiliki peluang untuk mencapai profitabilitas di masa mendatang.
Kinerja ini sekaligus menegaskan posisi Blibli sebagai salah satu pemain penting dalam industri perdagangan digital dan ritel di Indonesia, dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka luas.