Ishizuka Maspion Gunakan PLTS Atap Wujudkan Energi Bersih Industri

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:16:46 WIB
Ishizuka Maspion Gunakan PLTS Atap Wujudkan Energi Bersih Industri

JAKARTA - Pemasangan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap oleh PT Ishizuka Maspion Indonesia merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Selain itu, langkah ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat daya saing perusahaan di pasar global yang semakin menuntut praktik industri ramah lingkungan.

Proyek PLTS atap ini diresmikan di fasilitas produksi perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Maspion, Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur. 

Peresmian tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, menunjukkan kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah untuk mendorong transisi energi bersih di Indonesia.

Langkah strategis ini dilakukan melalui kerja sama dengan Suryanesia, perusahaan penyedia solusi solar-as-a-service untuk industri. 

Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan energi surya secara optimal, mulai dari instalasi hingga operasional, sehingga perusahaan dapat menghasilkan listrik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sejarah dan Kapabilitas Perusahaan

Sebagai pionir pemanfaatan energi bersih di lingkungan Maspion Group, Ishizuka Maspion memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam industri glass tableware global. Perusahaan ini mengekspor produknya ke lebih dari 50 negara, dengan kapasitas produksi yang didukung teknologi dan lini mesin kaca otomatis. 

Integrasi sistem tenaga surya ke fasilitas produksi di Surabaya menandai langkah signifikan dalam mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan sekaligus mendukung efisiensi produksi.

Assistant Plant Manager PT Ishizuka Maspion Indonesia, Susanto, menegaskan bahwa peresmian PLTS bukan sekadar penambahan kapasitas listrik, melainkan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memanfaatkan energi baru terbarukan. 

“Melalui teknologi PLTS, kami berharap dapat menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung target bauran energi nasional. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang berkolaborasi sehingga proyek ini dapat terselesaikan dengan lancar dan mencapai zero accident,” ujar Susanto.

Langkah ini sekaligus mencerminkan semangat kepemimpinan Maspion dalam menjawab tantangan industri yang menuntut praktik bisnis rendah emisi. Transisi energi menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memastikan pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kolaborasi Strategis dengan Suryanesia

Untuk memastikan proyek PLTS atap berjalan efektif, Ishizuka Maspion menggandeng Suryanesia sebagai mitra pengembang dan instalasi. 

Pemilihan Suryanesia didasarkan pada pertimbangan menyeluruh, termasuk solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, kualitas sistem yang teruji, serta pengalaman tim dalam menangani proyek energi surya skala besar.

Menurut Susanto, langkah ini tidak hanya memperkuat efisiensi produksi, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dari sisi keberlanjutan. 

“Investasi pada energi terbarukan jadi bagian integral dari strategi perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.

Rheza Adhihusada, Founder & CEO Suryanesia, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Maspion Group, khususnya PT Ishizuka Maspion Indonesia. 

Ia menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong penggunaan energi bersih di sektor industri serta mendukung operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah dan Ekosistem Energi Terbarukan

Proyek PLTS atap ini juga mendapat dukungan dari Kementerian ESDM dan PLN, yang berperan memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia. 

Kehadiran pihak pemerintah dalam peresmian menunjukkan komitmen negara untuk mendukung praktik industri rendah emisi, sekaligus mendorong perusahaan swasta untuk berinvestasi dalam energi bersih.

Rheza menambahkan bahwa peresmian PLTS ini menjadi contoh langkah progresif perusahaan dalam membangun masa depan lebih hijau. 

Dengan penerapan energi surya, industri tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menciptakan efisiensi biaya jangka panjang, sekaligus memperkuat reputasi sebagai perusahaan berkelanjutan yang kompetitif di pasar global.

Susanto juga menekankan bahwa teknologi PLTS di fasilitas produksi ini merupakan bagian dari upaya holistik perusahaan untuk mencapai target dekarbonisasi. 

Praktik bisnis berkelanjutan kini menjadi tuntutan pasar global, dan langkah strategis ini memastikan perusahaan tetap relevan serta mampu bersaing secara etis dan ramah lingkungan.

Manfaat dan Strategi Jangka Panjang

Dengan pemasangan PLTS atap, Ishizuka Maspion tidak hanya memperoleh manfaat langsung berupa pengurangan biaya listrik dan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat citra perusahaan sebagai pionir energi bersih di industri manufaktur. 

Strategi ini membantu perusahaan menghadapi persaingan global yang semakin ketat dan tuntutan konsumen serta investor terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada energi terbarukan merupakan bagian integral dari pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab. 

Ishizuka Maspion membuktikan bahwa industri manufaktur dapat beroperasi secara efisien sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan, dengan dukungan teknologi dan kolaborasi strategis.

Ke depan, perusahaan berencana terus mengembangkan penggunaan energi terbarukan di seluruh fasilitasnya. Hal ini diharapkan menjadi model bagi industri lain dalam mengadopsi praktik ramah lingkungan, sekaligus menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan efisiensi energi.

Dengan langkah progresif ini, Ishizuka Maspion tidak hanya memajukan bisnisnya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target energi nasional dan pembangunan industri rendah karbon di Indonesia.

Terkini