Produksi Batu Bara GEMS 2025 Capai 54,9 Juta Ton, Penjualan Meningkat

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31:19 WIB
Produksi Batu Bara GEMS 2025 Capai 54,9 Juta Ton, Penjualan Meningkat

JAKARTA - Kinerja operasional perusahaan tambang batu bara milik Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), menunjukkan peningkatan sepanjang tahun 2025. 

Perusahaan mencatatkan kenaikan produksi batu bara dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan volume penjualan yang tetap kuat di pasar domestik maupun ekspor.

Peningkatan produksi ini menjadi salah satu indikator penting bagi kinerja operasional perusahaan, meskipun di sisi lain perusahaan juga menghadapi tekanan pada pendapatan dan laba bersih akibat dinamika pasar energi global. Sepanjang 2025, GEMS tetap mampu menjaga aktivitas produksi dan distribusi batu bara dengan skala yang besar.

Produksi Batu Bara GEMS Tumbuh Sepanjang 2025

Manajemen GEMS mengatakan GEMS mencetak volume produksi 54,9 juta ton sepanjang tahun 2025. Volume produksi ini naik 8% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 50,7 juta ton.

Selain produksi batu bara, aktivitas penambangan lainnya juga mengalami peningkatan. GEMS juga mencatatkan overburden removal sebesar 297,4 bank cubic meter, dengan coal getting sebesar 54,9 juta mmt.

Peningkatan produksi tersebut menunjukkan aktivitas operasional perusahaan yang tetap berjalan intensif di tengah kondisi industri batu bara yang mengalami fluktuasi harga serta perubahan permintaan di berbagai negara tujuan ekspor.

Produksi yang meningkat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan batu bara bagi pelanggan perusahaan, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Penjualan Batu Bara Didominasi Pasar Ekspor

Sementara itu, penjualan batu bara GEMS mencapai 54,2 juta ton sepanjang 2025, naik 4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 51,9 juta ton.

Di sisi lain, sebesar 65% penjualan GEMS ditujukan untuk ekspor, dan sisanya 35% untuk penjualan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar internasional masih menjadi kontributor utama bagi distribusi batu bara perusahaan.

Penjualan GEMS ini sebesar 52% ditujukan ke China, 6% ke India, sebesar 35% untuk Indonesia, dan 7% ke negara lainnya.

Dominasi pasar ekspor tersebut mencerminkan posisi GEMS sebagai salah satu pemasok batu bara yang cukup aktif di pasar Asia. China menjadi tujuan utama pengiriman batu bara perusahaan, diikuti oleh India dan beberapa negara lain.

Sementara itu, pasar domestik tetap menjadi segmen penting bagi GEMS, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang masih banyak bergantung pada batu bara sebagai sumber pembangkit listrik.

Belanja Modal Perusahaan Meningkat

Dalam mendukung operasionalnya, GEMS juga meningkatkan belanja modal atau capital expenditure (capex). GEMS juga menyampaikan telah menghabiskan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$18,9 juta sepanjang tahun 2025, meningkat dari tahun 2024 yang sebesar US$18,6 juta.

Belanja modal tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, termasuk pengembangan tambang, pemeliharaan peralatan, serta peningkatan efisiensi produksi.

Investasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kapasitas produksi tetap stabil sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan penambangan di berbagai wilayah operasinya.

Dengan adanya peningkatan capex, perusahaan berupaya memastikan aktivitas operasional dapat terus berjalan secara optimal untuk mendukung target produksi dan penjualan di masa mendatang.

Pendapatan dan Laba Bersih Mengalami Penurunan

Adapun melansir laporan keuangannya, GEMS mencatatkan penurunan pendapatan usaha menjadi US$2,41 miliar. Pendapatan ini turun 10,77% secara tahunan dari US$2,7 miliar pada 2024.

Pendapatan ini diperoleh dari penjualan luar negeri sebesar US$855,2 juta atau turun dibandingkan tahun 2024. Lalu penjualan dalam negeri sebesar US$1,55 miliar, naik dari 2024 sebesar US$931,13 juta.

Sementara itu, berdasarkan pelanggannya, GEMS membukukan pendapatan dari pihak ketiga sebesar US$2,38 miliar, dan pihak berelasi sebesar US$33,9 juta.

Di sisi lain, GEMS juga tercatat membukukan peningkatan beban pokok pendapatan 2,62% menjadi US$1,64 miliar, dari sebelumnya sebesar US$1,6 miliar.

Kenaikan biaya tersebut turut memengaruhi kinerja profitabilitas perusahaan. Laba kotor GEMS juga tercatat melemah 30,18% ke level US$771,24 juta, dari sebelumnya sebesar US$1,1 miliar secara tahunan.

Penurunan laba kotor tersebut kemudian berdampak pada laba bersih perusahaan. Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk GEMS turun 43,39% menjadi US$268,23 juta, dari sebelumnya sebesar US$473,8 juta.

Meski demikian, perusahaan tetap mencatatkan aktivitas produksi dan penjualan yang cukup kuat sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan masih berjalan aktif di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri batu bara secara global.

Terkini