BRI Fasilitasi Program Gentengisasi Dorong Kualitas Hunian Rakyat 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:21:04 WIB
BRI Fasilitasi Program Gentengisasi Dorong Kualitas Hunian Rakyat 2026

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengambil peran sentral dalam program gentengisasi yang diinisiasi pemerintah. 

Program ini bertujuan menggantikan material atap seadanya seperti seng atau asbes dengan genteng yang lebih sejuk dan layak huni. 

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hunian rakyat sekaligus mendorong pengembangan sektor UMKM.

BRI hadir sebagai fasilitator utama, memastikan setiap transaksi pembiayaan berjalan lancar. 

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa peran bank bukan sekadar menyalurkan kredit, tetapi berada di tengah rantai kerja sama antara pengusaha genteng, pengembang perumahan, dan pengguna akhir. Dengan model ini, setiap kontrak yang telah disepakati dapat difasilitasi pembiayaannya oleh BRI.

Skema Pembiayaan Melalui KUR Perumahan

Pembiayaan program gentengisasi dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP). Hery menegaskan bahwa bahan bangunan seperti genteng termasuk dalam cakupan KUR Perumahan. 

Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BRI memposisikan diri sebagai penghubung antara pihak pengembang dan pelaku industri genteng lokal, memastikan pembiayaan dapat tersalurkan tepat sasaran.

Melalui skema ini, masyarakat dan pengembang memiliki akses dana yang jelas dan terukur. Model pembiayaan ini dirancang agar tidak hanya mendorong pemanfaatan genteng berkualitas, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan kredit bagi pelaku usaha dan konsumen akhir.

Dampak Positif Bagi UMKM dan Industri Lokal

Program gentengisasi memiliki efek berganda bagi perekonomian. Dukungan BRI terhadap KUR Perumahan mendorong peningkatan produksi UMKM bahan bangunan, memperkuat rantai pasok industri perumahan, dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah. 

Hery menekankan, pembiayaan ini sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperkuat industri genteng dalam negeri.

Selain aspek ekonomi, program ini memiliki kontribusi sosial. Dengan hunian lebih layak, masyarakat menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Genteng yang sejuk dan tahan lama menggantikan atap seadanya, memberikan kenyamanan dan kesehatan lebih bagi keluarga.

Peran BRI sebagai Bank Penyalur KUR Terbesar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi dukungan BRI yang konsisten dalam program KUR Perumahan. Hingga saat ini, BRI tercatat sebagai penyalur terbesar KUR Perumahan di Indonesia. Peran ini dianggap strategis untuk memperkuat program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian rakyat.

Keberhasilan program gentengisasi juga menjadi bukti kolaborasi efektif antara lembaga keuangan dan pemerintah. Keterlibatan BRI sebagai fasilitator memungkinkan aliran kredit yang transparan dan terkontrol, sehingga pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

Efek Berganda dan Multiplier Effect

Selain manfaat sosial, keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok material dan tenaga kerja menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. 

Produksi genteng meningkat, permintaan bahan baku bertambah, dan tenaga kerja lokal mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BRI memastikan bahwa setiap pembiayaan yang diberikan mendukung tujuan jangka panjang: meningkatkan kualitas hunian, memperkuat sektor UMKM, dan menumbuhkan industri perumahan nasional yang lebih sehat. 

Strategi ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi bank yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pembiayaan yang tepat sasaran.

Kolaborasi dengan Pengembang dan Pengusaha Genteng

Keberhasilan program gentengisasi bergantung pada kerja sama erat antara pengembang perumahan dan pengusaha genteng. Hery menekankan pentingnya kontrak kerja sama yang jelas antara kedua pihak sebelum pembiayaan disalurkan. 

Dengan model ini, BRI berperan sebagai mediator yang menjembatani kebutuhan finansial pengembang dan pengusaha, sekaligus memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Kolaborasi ini tidak hanya mengamankan aliran dana, tetapi juga memperkuat hubungan bisnis antara pihak-pihak terkait. Kualitas genteng yang diproduksi UMKM lokal dapat tersalurkan ke proyek perumahan dengan lebih terstruktur, memberikan kepastian bagi konsumen akhir dan stabilitas bagi industri genteng.

Tantangan dan Peluang Program Gentengisasi

Implementasi program gentengisasi menghadapi tantangan terkait kualitas produksi, distribusi bahan, dan keterbatasan modal bagi UMKM. Namun, pembiayaan BRI melalui KUR Perumahan memberikan peluang bagi pengusaha kecil untuk memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas produk.

Dengan dukungan fasilitas kredit yang tepat, UMKM mampu bersaing dengan produksi massal skala besar. Hal ini menciptakan ekosistem industri genteng yang lebih kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Peluang ini juga diharapkan mendorong pemerataan pembangunan perumahan di berbagai daerah.

Kontribusi BRI terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Peran BRI dalam program gentengisasi mencerminkan kontribusi bank terhadap pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya memberikan kredit, BRI mendukung peningkatan kualitas hunian, pengembangan UMKM lokal, dan pertumbuhan industri perumahan nasional. 

Strategi ini sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat merasakan manfaat ekonomi dan sosial.

Melalui pendekatan ini, program gentengisasi menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan industri. 

Pembiayaan tepat sasaran dari BRI memastikan seluruh proses mulai dari produksi hingga penggunaan hunian dapat berjalan optimal, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Terkini