Hilirisasi Nikel Bawa Ekonomi Maluku Utara Tumbuh Tertinggi Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:32:33 WIB
Hilirisasi Nikel Bawa Ekonomi Maluku Utara Tumbuh Tertinggi Nasional

JAKARTA - Provinsi Maluku Utara berhasil mengukuhkan posisinya sebagai epicentrum baru pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Melalui transformasi dari sekadar pengerukan bahan mentah menjadi pengolahan produk bernilai tambah tinggi, wilayah ini mencatatkan lompatan angka yang sangat signifikan. Geliat pembangunan smelter dan diversifikasi produk turunan nikel telah menciptakan ekosistem industri yang kokoh, yang mampu menarik modal asing dalam skala besar sekaligus mendongkrak performa ekspor ke pasar global.

Lonjakan ekonomi ini bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan hasil dari pendalaman struktur industri yang semakin terintegrasi. Dengan munculnya produk-produk baru hasil hilirisasi, Maluku Utara kini tidak hanya berperan sebagai penyedia sumber daya, tetapi juga sebagai motor penggerak manufaktur berbasis mineral yang kompetitif di tingkat internasional.

Sektor Pengolahan Jadi Lokomotif Utama PDRB

Kinerja luar biasa ekonomi Maluku Utara tidak terlepas dari peran vital sektor industri manufaktur. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Simon Sapari, menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, seiring meningkatnya produksi komoditas olahan nikel dan berlanjutnya pembangunan fasilitas smelter di wilayah tersebut. Sinergi antara operasional tambang dan fasilitas pemurnian ini menciptakan efek berganda yang luas bagi perekonomian daerah.

Pertumbuhan yang terjadi merata di berbagai lini produk olahan mineral. “Seluruh komoditas olahan nikel mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komoditas olahan tertentu yang mencapai 324,89% secara tahunan (year on year/YOY),” kata Simon dalam Berita Resmi Statistik yang dikutip Media Nikel Indonesia. Angka pertumbuhan yang menembus ratusan persen ini membuktikan betapa masifnya akselerasi produksi di kawasan-kawasan industri seperti IWIP.

Lahirnya Produk Baru dan Pendalaman Struktur Industri

Salah satu tonggak sejarah industri di Maluku Utara pada tahun 2025 adalah keberhasilan memproduksi varian olahan yang lebih kompleks. Tahun 2025 menandai lahirnya produk baru dari hilirisasi nikel di Maluku Utara, yakni plat nikel (nickel plate). Produk ini menjadi indikasi semakin dalamnya struktur industri pengolahan di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra nikel nasional.

Kehadiran nickel plate menunjukkan bahwa teknologi pengolahan di Maluku Utara telah naik kelas, beralih dari sekadar produk antara (intermediate) menuju produk yang lebih mendekati kebutuhan industri pemakai akhir. Pendalaman struktur industri ini krusial untuk menjaga resiliensi ekonomi daerah terhadap fluktuasi harga komoditas mentah di pasar dunia.

Magnet Investasi Asing dan Kekuatan Modal Nasional

Daya tarik Maluku Utara di mata investor global tetap tinggi meski kondisi ekonomi dunia penuh ketidakpastian. Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp28,9 triliun. Angka yang fantastis ini memberikan dampak langsung pada penguatan modal tetap di daerah.

Kontribusi investasi di Maluku Utara ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap skala nasional. Nilai ini berkontribusi sekitar 10,6% terhadap total PMA nasional, yang sebagian besar mengalir ke sektor industri pengolahan nikel. Pembangunan infrastruktur penunjang industri dan pengadaan mesin-mesin canggih menjadi faktor penggerak utama pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang solid sepanjang tahun.

Ekspansi Perdagangan Luar Negeri dan Permintaan China

Di sisi perdagangan, Maluku Utara mencatatkan raport hijau yang impresif. Nilai ekspor Maluku Utara meningkat 39,19% secara tahunan dan 22,67% YOY. Tidak hanya dari sisi nilai, volume barang yang dikirim ke luar negeri pun mengalami lonjakan signifikan, masing-masing sebesar 36,06% dan 14,31%.

Komoditas unggulan tetap didominasi oleh produk turunan mineral. Besi dan baja (HS72), nikel (HS75), serta kimia anorganik (HS28), terus mencatatkan peningkatan sejak 2021. Simon menegaskan bahwa pasar internasional masih sangat lapar akan produk olahan dari Bumi Moloku Kie Raha. “Permintaan global, terutama dari China sebagai mitra dagang utama, masih sangat kuat terhadap produk hasil pengolahan nikel,” ujarnya.

Dominasi Pertumbuhan Ekonomi di Level Provinsi

Secara keseluruhan, akumulasi dari aktivitas industri dan ekspor tersebut membuahkan hasil pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pada triwulan IV 2025, PDRB Maluku Utara atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp38,7 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp21,2 triliun.

Prestasi yang paling mencolok adalah laju pertumbuhan tahunannya. Secara kumulatif, ekonomi Maluku Utara tumbuh 34,17% sepanjang 2025, menempatkannya sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Industri pengolahan menyumbang porsi terbesar terhadap pertumbuhan tersebut dengan kontribusi 19,10%, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar 7,33%.

Resiliensi Industri di Tengah Kontraksi Konsumsi Pemerintah

Menariknya, kemajuan ekonomi ini murni digerakkan oleh aktivitas produktif di sektor swasta dan industri. Meski konsumsi pemerintah mengalami kontraksi akibat kebijakan efisiensi belanja, Simon menegaskan bahwa geliat industri nikel tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Maluku Utara telah memiliki basis fundamental yang kuat dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada belanja negara.

Pertumbuhan ini juga didorong oleh masuknya barang-barang modal penting, terutama melalui impor mesin dan peralatan untuk pembangunan smelter yang berkelanjutan. Transformasi ekonomi Maluku Utara tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa strategi hilirisasi nasional mampu mengubah wajah ekonomi daerah menjadi lebih produktif dan berorientasi global.

Terkini