JAKARTA - Peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia kini sangat bergantung pada sejauh mana institusi mampu menyerap standar global dan menerapkannya dalam ekosistem lokal. Menyadari hal tersebut, Universitas Bengkulu (Unib) mengambil langkah berani dengan menyeberangi batas geografis untuk memperkuat fondasi akademiknya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu memperluas jejaring internasional melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Taiwan yang salah satunya penyiapan dosen muda untuk studi doktoral.
Langkah strategis ini bukan sekadar mengejar gengsi internasional, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk mentransformasi cara berpikir dan metode pengajaran di kampus. "Seluruh upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pembelajaran baik di FKIP maupun Universitas Bengkulu," kata Dekan FKIP UNIB Abdul Rahman Ph.D di Bengkulu, Sabtu. Dengan mengirimkan talenta terbaiknya ke institusi elit dunia, Unib sedang mempersiapkan agen perubahan yang akan membawa standar global kembali ke Bumi Rafflesia.
Kolaborasi dengan Institusi Elit QS Top 30 Dunia
Pilihan destinasi kerja sama kali ini jatuh pada salah satu institusi pendidikan terbaik di Asia yang memiliki reputasi global yang tidak diragukan lagi. Ia menjelaskan pada April 2026 tim FKIP UNIB yang dipimpinnya dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman dengan Fakultas Pendidikan National Taiwan Normal University yang berada pada jajaran QS Top 30 dunia di bidang pendidikan.
Kemitraan ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh pilar-pilar utama perguruan tinggi. Kerja sama tersebut mencakup penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus menjadi jembatan pendidikan jenjang doktor bagi tiga dosen muda FKIP UNIB. Melalui integrasi ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi pendidikan yang dapat segera diadaptasi untuk meningkatkan mutu lulusan FKIP Unib di masa depan.
Profil Dosen Muda: Kandidat Doktor Pembawa Perubahan
Investasi pada sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam kesepakatan internasional ini. Tiga nama telah disiapkan untuk menjalani studi mendalam guna mempertajam spesialisasi mereka di Taiwan. Ketiga dosen tersebut yakni Lenni Mantili dari program studi pendidikan nonformal, Yahya Eko Nopianto dari program studi pendidikan jasmani, serta Hananda Fitra pranatha dari program studi bimbingan dan counseling.
Pengiriman dosen dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda ini menunjukkan keinginan fakultas untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Keahlian yang mereka serap di Taiwan diharapkan mampu menyegarkan kurikulum dan praktik pembelajaran di bidang masing-masing saat mereka kembali bertugas di Universitas Bengkulu.
Filosofi Kualitas: Pengalaman Nyata di Atas Sekadar Teori
Dalam memandang peningkatan mutu, kepemimpinan FKIP Unib menekankan pentingnya paparan terhadap lingkungan akademik yang memiliki sistem mapan dan disiplin tinggi. Menurut Abdul Rahman kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang terbentuk melalui pengalaman serta sistem yang konsisten. Karakter ini hanya bisa terbentuk jika tenaga pendidik merasakan langsung bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di lingkungan yang kompetitif.
Ia menilai kualitas lahir dari pengalaman dan paparan terhadap lingkungan yang menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata sehingga menghasilkan perbaikan berkelanjutan. "Kualitas tidak lahir hanya dari teori, tetapi dari pengalaman serta paparan terhadap sistem dan lingkungan yang menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata," kata dia. Hal inilah yang mendasari pemilihan Taiwan sebagai lokasi studi, mengingat kemajuan pesat negara tersebut dalam mengintegrasikan riset dan praktik pendidikan.
Dukungan Rektorat untuk Akselerasi Posisi Global Unib
Keberhasilan FKIP dalam menjalin komunikasi internasional mendapatkan apresiasi penuh dari level pimpinan universitas. Langkah ini dipandang sebagai katalisator bagi fakultas-fakultas lain di Unib untuk berani melangkah lebih jauh di kancah internasional. Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu Prof Indra Cahyadinata mengapresiasi meningkatnya aktivitas internasional FKIP UNIB dan berharap praktik tersebut menjadi inspirasi bagi civitas academica untuk memperkuat posisi universitas di tingkat global.
Dengan dukungan penuh dari rektorat, Universitas Bengkulu semakin optimistis dalam memantapkan posisinya sebagai institusi yang berdaya saing global namun tetap memiliki akar karakter yang kuat. Ekspansi ke Taiwan ini barulah awal dari serangkaian kerja sama internasional yang akan terus dikejar guna mewujudkan visi universitas yang unggul dan diakui oleh komunitas akademik dunia.