Mendagri Sebut Rapim TNI-Polri 2026 Fokus Evaluasi Keamanan Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 13:40:17 WIB
Mendagri Sebut Rapim TNI-Polri 2026 Fokus Evaluasi Keamanan Nasional

JAKARTA - Awal tahun selalu menjadi momentum krusial bagi jajaran aparat keamanan untuk meninjau kembali capaian sekaligus memetakan tantangan masa depan. Bertempat di pusat pemerintahan, sinergi antara pertahanan dan keamanan negara kembali diperkuat melalui koordinasi tingkat tinggi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperkirakan rapat pimpinan TNI-Polri akan membahas evaluasi keamanan nasional awal tahun. Hal itu disampaikan Tito sesaat setelah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Pertemuan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan visi antara kebijakan pemerintah pusat dengan implementasi di lapangan oleh aparat bersenjata. Ia menilai agenda tersebut kemungkinan berkaitan dengan evaluasi tugas pertahanan dan keamanan. Selain itu, momentum awal tahun biasanya dimanfaatkan untuk konsolidasi lintas institusi guna memastikan stabilitas tetap terjaga di seluruh pelosok negeri.

Refleksi Keamanan Awal Tahun dan Konsolidasi Lintas Sektor

Mendagri menekankan bahwa pertemuan rutin ini memiliki pola yang konsisten dengan koordinasi yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Ia merujuk pada pertemuan besar di Sentul sebagai tolok ukur penyelarasan program kerja tahunan. "Saya kurang tau jujur aja, tapi ini kan rutin ya TNI-Polri mungkin evaluasi. Kemarin kan ada rapat di sentul rakor seluruh kepala daerah, ini juga mungkin awal tahun juga untuk TNI Polri," ucap Tito.

Menurut Tito, fokus pembahasan bisa mencakup tugas pertahanan serta keamanan nasional. Evaluasi pengamanan momen Natal dan Tahun Baru juga dinilai menjadi perhatian, mengingat keberhasilan menjaga kondusivitas di akhir tahun lalu menjadi modal penting bagi kepercayaan publik. “Terutama yang berhubungan dengan tugas TNI Polri pertahanan dan keamanan. Kemudian juga mungkin evaluasi kemarin natal tahun baru relatif aman," kata Mendagri.

Persiapan Menghadapi Agenda Keagamaan Nasional

Fokus keamanan tidak hanya berhenti pada apa yang telah dilewati, namun juga pada kalender kegiatan nasional yang akan datang. Pemerintah menaruh perhatian besar pada kelancaran aktivitas masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah banyak. Ia menambahkan dalam waktu dekat terdapat agenda besar keagamaan yang memerlukan kesiapan aparat. Stabilitas keamanan menjelang Ramadan dan Hari Raya menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan, ketersediaan kebutuhan pokok, hingga kelancaran arus mudik biasanya mulai dibicarakan dalam forum-forum setingkat Rapim. “Kemudian nanti kan ada event besar yaitu Ramadan dan Hari Raya. Saya pikir gak akan jauh-jauh dari situ, tapi apapun jujur aja tidak tahu ini hanya dugaan saya," ucap Tito dengan nada rendah hati.

Kesinambungan Arahan Presiden melalui Rantai Komando

Di sisi lain, jajaran pimpinan angkatan menegaskan bahwa pertemuan ini adalah bagian dari mekanisme internal yang kokoh untuk menerjemahkan instruksi Panglima Tertinggi. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. "Ini acara rutin tahunan," kata Maruli singkat kepada media.

Fleksibilitas dan ketajaman strategi akan diturunkan secara bertahap dari level tertinggi hingga ke satuan terkecil di lapangan. Ia menambahkan arahan Presiden nantinya akan dilanjutkan dalam rapat pimpinan TNI. "Nanti ada Rapim TNI lagi, ada rapim Angkatan Darat lagi," ujarnya. Hal ini menunjukkan adanya hierarki instruksi yang jelas agar setiap kebijakan keamanan tersampaikan secara presisi.

Menanti Arahan Strategis di Istana Negara

Senada dengan KSAD, pucuk pimpinan Angkatan Udara juga mengonfirmasi agenda besar yang melibatkan Presiden RI tersebut. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono juga memastikan agenda tersebut berkaitan dengan Rapim TNI-Polri. "Hari ini ada Rapim TNI-Polri, ada arahan dari Pak Presiden," ujar Tonny.

Kehadiran para jenderal dan marsekal di Istana ini menjadi simbol bahwa pertahanan udara, laut, dan darat, berpadu dengan kepolisian untuk menciptakan ekosistem keamanan yang inklusif. Melalui evaluasi yang komprehensif terhadap kinerja tahun lalu dan proyeksi tantangan di tahun 2026, diharapkan Indonesia tetap menjadi negara yang stabil, aman, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan seluruh rakyatnya.

Terkini