Danantara Jalankan Enam Proyek Hilirisasi Perkuat Struktur Ekonomi Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 10:08:30 WIB
Danantara Jalankan Enam Proyek Hilirisasi Perkuat Struktur Ekonomi Nasional

JAKARTA - Langkah konkret percepatan hilirisasi kembali ditunjukkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. 

Melalui pelaksanaan groundbreaking secara serentak, enam proyek hilirisasi resmi dimulai di 13 lokasi berbeda di Indonesia. Total nilai investasi dari rangkaian proyek tersebut mencapai US$7 miliar atau setara Rp117 triliun, menandai komitmen besar pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis industri bernilai tambah.

Pelaksanaan proyek-proyek ini menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional yang diarahkan untuk memperkuat sektor riil, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri. 

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, proyek hilirisasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa keenam proyek yang diresmikan merupakan fondasi awal dalam pengembangan hilirisasi terintegrasi lintas sektor. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi, pangan, mineral, dan logam yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Hilirisasi Jadi Strategi Penguatan Struktur Ekonomi Nasional

Rosan menjelaskan bahwa peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi. Pendekatan lintas sektor dipilih agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.

“Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Menurutnya, hilirisasi bukan hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah bahan baku, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kemandirian industri nasional. 

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, proyek-proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor secara bertahap, sekaligus mendorong terciptanya rantai pasok industri yang lebih kuat di dalam negeri.

Kolaborasi Pemerintah, BUMN, dan Mitra Strategis

Keberhasilan proyek hilirisasi ini, kata Rosan, tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis. Sinergi tersebut menjadi kunci agar proyek dapat direalisasikan secara disiplin, tepat waktu, dan memberikan dampak ekonomi nyata.

“Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi,” imbuhnya.

Lewat proyek-proyek baru ini, Danantara memperkirakan akan tercipta lebih dari 6.000 lapangan kerja langsung. 

Angka tersebut belum termasuk dampak tidak langsung yang berpotensi muncul dari aktivitas ekonomi turunan, seperti pengembangan usaha lokal, jasa pendukung, hingga peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Proyek Bioethanol Banyuwangi Perkuat Ketahanan Energi

Salah satu proyek strategis yang diresmikan adalah program Bioethanol Glenmore di Banyuwangi. Proyek ini diresmikan oleh PTPN III (Persero) bersama Pertamina dan dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 100 KLPD (Kilo Liter Per Day).

Proyek bioethanol ini ditujukan untuk mendukung sektor energi nasional sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri. Selain memperluas diversifikasi bisnis, pengembangan bioethanol juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, khususnya sektor pertanian.

Bioethanol Glenmore diproyeksikan memberikan manfaat menyeluruh, mulai dari peningkatan ketahanan energi nasional, penghematan devisa melalui pengurangan impor bahan bakar, hingga mendukung komitmen pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca. 

Penggunaan energi terbarukan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan bagi Masyarakat

Selain manfaat di sektor energi, proyek bioethanol ini juga diharapkan membawa dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Pengembangan proyek akan membuka lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta meningkatkan kesejahteraan petani mitra yang terlibat dalam rantai pasok bahan baku.

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan manfaat multipihak. Menurutnya, pengembangan bioethanol tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor.

“Serta menekan emisi karbon, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani mitra dan masyarakat sekitar melalui pengembangan bahan bakar nabati,” jelas Denaldy.

Lebih jauh, proyek ini juga diharapkan mendorong pengembangan wilayah secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Pemanfaatan energi terbarukan dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Selaras Arahan Presiden dan Agenda Pembangunan Nasional

Pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi oleh Danantara sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. 

Fokus utama kebijakan tersebut adalah penguatan sektor riil, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Danantara Indonesia bersama BUMN memastikan seluruh proyek prioritas dapat direalisasikan sesuai target dan memberikan dampak ekonomi yang terukur. 

Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif, hilirisasi diharapkan tidak hanya menjadi jargon kebijakan, tetapi benar-benar mendorong perubahan struktur ekonomi Indonesia menuju arah yang lebih kuat dan mandiri.

Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global.

Terkini