Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

Jumat, 06 Februari 2026 | 15:58:50 WIB
Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

JAKARTA - Real Madrid tengah berada di persimpangan jalan krusial dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Menjelang lawatan berat ke markas Valencia akhir pekan nanti, sorotan tajam tertuju pada performa Kylian Mbappe dan kawan-kawan yang masih dianggap jauh dari kata stabil. Di bawah komando nakhoda anyar, Alvaro Arbeloa, raksasa Madrid dituntut untuk segera menemukan bentuk permainan terbaiknya jika tidak ingin semakin tertinggal dari rival abadi mereka di puncak klasemen.

Visi Realistis Alvaro Arbeloa: Kerja Keras di Atas Keajaiban

Memasuki enam laga awal masa kepelatihannya, Alvaro Arbeloa sadar betul bahwa ekspektasi publik Santiago Bernabeu sangatlah tinggi. Namun, mantan bek sayap Madrid itu memilih untuk bersikap pragmatis. Konsistensi permainan masih jadi PR besar Kylian Mbappe dkk jelang lawatan ke kandang Valencia.

Setelah kemenangan tipis 2-1 atas Rayo Vallecano yang berhasil menjaga jarak Madrid tetap terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Barcelona, Arbeloa menegaskan dirinya bukan sosok yang mampu menghadirkan keajaiban instan. Menurutnya, perubahan hanya bisa dicapai melalui kerja keras, bukan sihir. Pelatih asal Spanyol itu menuntut komitmen, mentalitas, dan sikap juang tinggi dari para pemain. Ia menilai kualitas semata tidak cukup untuk memenangkan pertandingan jika tidak dibarengi konsistensi performa.

Kritik Kylian Mbappe atas Karakter Tim yang Fluktuatif

Tekanan tidak hanya datang dari kursi pelatih, tetapi juga dari dalam ruang ganti. Kylian Mbappe, yang diharapkan menjadi pembeda di setiap laga, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat tren performa tim yang naik-turun. Kekecewaan juga diungkapkan Mbappe setelah Madrid takluk dari Benfica di Liga Champions. Kekalahan itu menyoroti inkonsistensi permainan Los Blancos, yang dinilai tak mencerminkan karakter tim juara.

Akibat hasil negatif di kancah Eropa tersebut, Madrid kini harus menempuh jalur yang lebih terjal. Mereka harus menghadapi babak play-off dua leg melawan tim asuhan Jose Mourinho guna memastikan tempat di fase selanjutnya. Situasi ini menambah beban psikologis bagi skuad yang secara materi pemain dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia, namun sering kali kehilangan arah saat menghadapi tekanan lawan.

Catatan Hasil yang Beragam di Bawah Kendali Arbeloa

Sejak ditangani Arbeloa, performa Madrid memang fluktuatif. Ada momen-momen di mana mereka tampil sangat dominan, seperti saat meraih kemenangan besar atas Monaco di panggung kontinental serta hasil meyakinkan kontra Villarreal di kompetisi domestik. Namun, kegemilangan itu sering kali ternoda oleh hasil yang sulit dinalar, termasuk kekalahan mengejutkan dari Albacete di ajang Copa del Rey.

Meskipun menyakitkan, kegagalan di Copa del Rey tersebut justru memberi keuntungan berupa waktu istirahat lebih panjang sebelum menghadapi Valencia. Dengan jadwal yang lebih longgar dibandingkan biasanya, Arbeloa memiliki kesempatan lebih banyak di tempat latihan untuk menanamkan filosofi taktisnya dan memperbaiki komunikasi antar lini yang sempat terlihat renggang dalam beberapa laga terakhir.

Ujian Mental di Stadion Mestalla

Lawatan ke kandang Valencia selalu menjadi salah satu ujian paling berat bagi Real Madrid di La Liga. Keangkeran Mestalla dan militansi pendukung tuan rumah akan menguji sejauh mana pesan Arbeloa tentang "sikap juang tinggi" telah meresap ke dalam sanubari para pemain. Ini bukan lagi soal adu teknik semata, melainkan soal siapa yang lebih mampu menjaga fokus sepanjang 90 menit pertandingan.

Misi Madrid sudah jelas: menang untuk terus menempel Barcelona atau terpeleset dan membiarkan gelar juara semakin menjauh. Konsistensi kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus dibuktikan di lapangan hijau.

Terkini