JAKARTA - Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan sinyal penguatan struktur yang semakin solid.
Di tengah dinamika global dan tekanan eksternal, sektor industri pengolahan tampil sebagai tulang punggung utama perekonomian nasional. Peran sektor ini tidak hanya tercermin dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto, tetapi juga dari kemampuannya mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Data Badan Pusat Statistik mencatat industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional pada 2025.
Pencapaian tersebut menandai konsistensi sektor ini dalam menopang ekonomi nasional, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa arah kebijakan industrialisasi masih berada di jalur yang tepat. Pemerintah memandang capaian tersebut sebagai fondasi penting menuju transformasi ekonomi yang lebih produktif.
Kontribusi Industri Pengolahan Terus Meningkat
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan dominasi industri pengolahan dalam struktur ekonomi Indonesia merujuk pada data resmi BPS.
Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional pada 2025 mencapai 19,07 persen, tertinggi dibanding sektor lainnya. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan selama tiga tahun terakhir.
“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin.
Pada 2023, kontribusi industri pengolahan tercatat sebesar 18,67 persen, meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024, dan kembali naik pada 2025.
Tren tersebut mencerminkan ketahanan sektor industri dalam menghadapi tantangan ekonomi serta keberhasilan kebijakan penguatan manufaktur nasional yang diterapkan pemerintah.
Pertumbuhan Industri Jadi Penopang Ekonomi Nasional
Selain kontribusi terhadap PDB, kinerja industri pengolahan juga terlihat dari sisi pertumbuhan. Setelah tumbuh 4,64 persen pada 2023 dan 4,43 persen pada 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan 5,30 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibanding sektor lain dalam menopang laju ekonomi nasional.
“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin.
Sumbangan industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 mencapai 1,07 persen. Capaian ini menunjukkan sektor industri tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga aktif menggerakkan roda ekonomi melalui peningkatan output dan nilai tambah domestik.
Kinerja Ekspor Menguat, Tren Impor Menurun
Dominasi industri pengolahan juga tercermin dari perdagangan luar negeri. Data BPS menunjukkan ekspor industri pengolahan tumbuh konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023 ekspor sektor ini tumbuh 1,73 persen, meningkat signifikan menjadi 6,85 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 7,03 persen pada 2025.
Sebaliknya, impor barang dan jasa menunjukkan tren penurunan. Pada 2023 impor tercatat minus 1,24 persen, kemudian turun lebih dalam pada 2024 sebesar 8,15 persen, dan kembali menurun menjadi 4,77 persen pada 2025.
“Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelas Menperin.
Kondisi tersebut menandakan meningkatnya daya saing produk dalam negeri sekaligus penguatan substitusi impor.
Integrasi Industri Kecil Jadi Fokus Kebijakan 2026
Untuk menjaga kesinambungan dominasi industri pengolahan, Kementerian Perindustrian menyiapkan langkah strategis pada 2026. Salah satu fokus utama adalah memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar dan industri dalam negeri. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional.
“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil. Kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” tutur Agus.
Integrasi tersebut diharapkan memperluas manfaat industrialisasi hingga ke pelaku usaha skala kecil.
Menepis Isu Deindustrialisasi Nasional
Menperin menegaskan capaian industri pengolahan sepanjang 2025 sekaligus menepis isu deindustrialisasi yang kerap mencuat. Meski menghadapi tekanan berat, sektor industri mampu bertahan dan bahkan menguat berkat dukungan kebijakan strategis pemerintah.
“Pada tahun 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat, namun berkat arahan bapak Presiden melalui Astacita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional, kami juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme untuk terus berproduksi,” katanya.
Industri pengolahan kini ditempatkan sebagai motor utama transformasi ekonomi nasional menuju struktur yang lebih produktif dan berkelanjutan.