Pasar Saham Menguat, Rekomendasi Saham Kamis 5 Februari 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:30:03 WIB
Pasar Saham Menguat, Rekomendasi Saham Kamis 5 Februari 2026

JAKARTA - Perdagangan saham di awal Februari 2026 menunjukkan dinamika yang menarik bagi pelaku pasar. 

Setelah sempat bergerak fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menutup perdagangan sebelumnya di zona hijau. Kondisi ini memunculkan optimisme baru di kalangan investor, meskipun berbagai sentimen global dan domestik masih membayangi pergerakan pasar hari ini.

Pada Rabu, 4 Februari 2026, IHSG ditutup di posisi 8.146,72 atau menguat 0,3 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. 

Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan harga komoditas serta menanti rilis data ekonomi penting dari dalam negeri. Situasi tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati peluang lanjutan pergerakan indeks pada Kamis, 5 Februari 2026.

Penguatan IHSG Didukung Sentimen Komoditas

Salah satu faktor yang mendorong penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya adalah rebound harga komoditas logam mulia. Kenaikan harga emas dan perak memberikan dorongan positif, terutama bagi saham-saham berbasis komoditas.

“Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan Indeks. Secara teknikal, pembentukan histogram negatif MACD cenderung mengecil dan indikator Stochastic RSI bertahan di area oversold,” tulis riset Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, kondisi tersebut mengindikasikan peluang penguatan lanjutan, meskipun pasar masih perlu mewaspadai potensi volatilitas dalam jangka pendek. Dengan indikator teknikal yang mulai membaik, pelaku pasar cenderung bersikap lebih selektif dalam memilih saham.

Proyeksi IHSG Hari Ini

Memasuki perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 8.200. Salah satu sentimen penting yang dinanti adalah pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dijadwalkan rilis pada pukul 11.00 WIB.

Data pertumbuhan ekonomi ini menjadi perhatian utama karena akan memberikan gambaran kondisi fundamental ekonomi nasional. Angka pertumbuhan yang sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Selain itu, kebijakan regulator juga menjadi sorotan pelaku pasar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pencapaian free float sebesar 15 persen yang akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.

“Sementara itu, OJK menargetkan tercapainya free float 15% akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun. Implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur. OJK bersama BEI akan memperhatikan kesiapan masing-masing emiten, kondisi pasar, serta kapasitas penyerapan investor,” lanjut riset Phintraco.

Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas pasar dalam jangka panjang, meskipun dampaknya dalam jangka pendek masih akan dicermati oleh investor.

Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas

Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menyampaikan sejumlah saham yang layak diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang menarik seiring dengan sentimen teknikal dan fundamental yang mendukung.

Rekomendasi saham Phintraco Sekuritas:

INCO

INDY

MEDC

BRIS

BTPS

Saham-saham tersebut berasal dari sektor yang beragam, mulai dari pertambangan hingga perbankan syariah, sehingga memberikan alternatif bagi investor dengan profil risiko berbeda.

Sentimen Global dan Pandangan CGS International

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia mengingatkan adanya sentimen negatif dari pasar global. Koreksi yang terjadi di Wall Street pada dini hari waktu Indonesia serta berlanjutnya aksi jual investor asing diperkirakan dapat menekan pergerakan IHSG.

Meski demikian, CGS juga melihat adanya sentimen penyeimbang. Kenaikan harga komoditas energi dan emas berpeluang menjadi faktor penopang pergerakan indeks di tengah tekanan global.

“Investor juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Indonesia. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.050–7.955 dan resisten 8.245–8.340,” demikian riset CGS.

Dengan rentang pergerakan tersebut, pasar diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas, terutama menjelang dan setelah rilis data ekonomi penting.

Rekomendasi Saham Versi CGS

Berdasarkan analisis CGS International Sekuritas Indonesia, terdapat sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi pergerakan menarik di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Rekomendasi saham CGS International:

PTBA

HRTA

MEDC

BBRI

BMRI

BBNI

Saham perbankan dan komoditas masih menjadi fokus utama, mencerminkan minat investor terhadap sektor-sektor yang relatif defensif dan berpotensi diuntungkan dari kondisi ekonomi saat ini.

Perspektif Mirae Asset Sekuritas

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas melihat peluang penguatan IHSG secara teknikal masih terbuka. Dalam risetnya, Mirae menyebutkan bahwa IHSG berpotensi menguat menuju area resistance setelah sebelumnya menguji level Fibonacci Retracement 38,2 persen.

“IHSG bisa menguat ke resistance setelah sebelumnya menguji 38,2% Fibonacci Retracement. Di sisi lain, indikator RSI masih menunjukkan oversold,” sebut riset Mirae.

Menurut Mirae, sentimen utama yang akan menggerakkan pasar hari ini tetap berasal dari pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk kuartal IV-2025 maupun sepanjang tahun 2025, pasar memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat tumbuh di atas 5 persen.

“Hasil yang di atas ekspektasi sejatinya bisa memberikan katalis positif bagi IHSG,” tambah riset Mirae.

Saham Pilihan Mirae Asset

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan dua saham unggulan yang dinilai memiliki prospek menarik untuk perdagangan hari ini.

Top picks Mirae Asset Sekuritas:

MYOR

PTBA

Kedua saham tersebut dinilai memiliki fundamental yang kuat serta berpotensi mendapatkan sentimen positif dari kondisi ekonomi dan pergerakan harga komoditas.

Terkini