JAKARTA - Industri kendaraan listrik global tengah memasuki fase persaingan teknologi yang semakin sengit, di mana kecepatan pengisian daya dan performa mesin menjadi tolok ukur utama. Dua raksasa otomotif, BYD dari Tiongkok dan Audi dari Jerman, baru saja menunjukkan taringnya melalui bocoran inovasi terbaru yang diprediksi akan mengubah lanskap mobilitas elektrik. BYD fokus pada pemangkasan waktu tunggu pengisian daya melalui sistem Megawatt generasi kedua, sementara Audi bersiap memulai babak baru seri RS melalui teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) berperforma tinggi.
Gak cuma menghadirkan mobil elektrifikasi yang canggih dan ramah lingkungan, BYD sejatinya punya beberapa ekosistem pendukung. Salah satunya adalah pengisian daya super cepatnya yang disebut sebagai Megawatt. Kehadiran infrastruktur pendukung yang mumpuni ini menjadi kunci bagi BYD untuk memastikan kenyamanan pengguna kendaraan listrik di masa depan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan keterbatasan waktu dalam mengisi daya baterai.
Bocoran Paten BYD Megawatt Generasi Kedua: Lompatan Daya 1.500 kW
Kabar mengejutkan datang dari perkembangan infrastruktur BYD. Terbaru, BYD tengah menyiapkan pengisian daya Megawatt yang masuk ke generasi kedua. Yang menarik, pengisian daya Megawatt ini diklaim punya daya dan performa pengisian daya yang meningkat drastis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sistem ini bukan sekadar pembaruan kecil, melainkan evolusi besar dari teknologi yang sudah ada sebelumnya.
Melansir CarNewsChina, Senin, disebutkan muncul bocoran hak paten pengisian daya Megawatt generasi kedua dari BYD ini. Sistem yang dikenal juga sebagai Megawatt Flash Charging ini diklaim mendukung daya maksimal hingga 1.500 kW dengan arus mencapai 1.500 Ampere. Pencapaian teknis ini menempatkan BYD di garda terdepan solusi pengisian daya ultra-cepat di dunia.
Performa Kilat: Jarak Tempuh 400 Km Hanya dalam 5 Menit
Secara angka, ini menunjukkan peningkatan 1,5 kali lipat dibandingkan pengisian daya Megawatt generasi pertama. Saat diperkenalkan pada Maret 2025 sistem ini mendukung daya 1.000 kW dan arus 1.000 A. Dengan peningkatan signifikan pada generasi terbaru ini, hambatan psikologis konsumen mengenai lama waktu pengisian daya baterai diperkirakan akan segera hilang.
Lalu sistem Megawatt generasi kedua ini kabarnya mendukung platform tegangan tinggi DC maksimal hingga 1.000 V. Dengan spesifikasi tersebut, stasiun pengisian ini diproyeksikan bisa menambah jarak tempuh sekitar 400 km hanya dalam waktu 5 menit pengisian, serta mendukung teknologi pengisian daya 10C+. Kecepatan ini hampir menyamai durasi pengisian bahan bakar minyak pada mobil konvensional.
Desain Inovatif dan Fitur Unggulan SPKLU BYD
Dari sisi perangkat keras, stasiun pengisian ini juga didesain dengan mempertimbangkan efisiensi ruang dan manajemen panas. Lalu dari beberapa bocoran gambar yang beredar, SPKLU Megawatt terbaru ini mengusung desain "dual-gun" berbentuk huruf T dengan tapak luas hanya 1,5 meter persegi. Meskipun memiliki tapak yang ringkas, teknologi yang tertanam di dalamnya sangatlah kompleks.
Serta ada beberapa fitur unggulan seperti kabel dengan pendingin cairan, penyimpanan energi ganda yang ditingkatkan, serta distribusi daya yang lebih pintar dari sebelumnya. Meski sudah ada bocorannya, BYD hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran dan mobil apa saja yang pertama kali mendukung pengisian daya Megawatt terbaru ini. Namun beberapa bocoran menyebutkan bahwa model unggulan seperti BYD Han dan Tang menjadi jajaran utama yang kompatibel dengan teknologi ini.
Audi RS5 Avant: Membuka Era Baru Performa Tinggi Melalui PHEV
Bergeser ke daratan Eropa, Audi juga tengah bersiap melakukan gebrakan. Audi telah merilis teaser pertama dari RS5 Avant yang akan datang hanya beberapa minggu sebelum peluncuran resminya. Selain informasi wujudnya, terungkap pula powertrain-nya secara tidak sengaja. Peluncuran ini menjadi sangat dinanti karena menandai transisi besar bagi divisi performa tinggi Audi.
Semakin dekat peluncuran Audi RS5 Avant maka semakin dekat juga era baru model RS. Dan, sebuah estate eksekutif yang bersudut tajam dan berperforma tinggi akan menjadi pembuka era baru ini. Teaser tersebut memperlihatkan siluet Audi yang berkarakter kuat dengan bumper yang menonjol dan dipahat secara agresif, serta lengkungan roda yang melebar, memberikan kesan maskulin dan dinamis.
Eksperimen Knalpot Tengah dan Kepatuhan Standar Euro 7
Salah satu detail menarik dari Audi RS5 Avant terbaru ini adalah penempatan sistem pembuangannya yang tidak biasa. Khusus untuk knalpot yang posisinya di bagian tengah bumper, desainer Audi membeberkan itu dibuat karena sistem knalpot yang kompleks. Desain ini bukan sekadar untuk estetika, melainkan kebutuhan teknis yang mendesak.
Sistem itu dirancang agar mesin V6 berperforma tinggi tetap memenuhi standar emisi Euro 7 yang ketat yang akan berlaku akhir tahun ini. Dengan standar yang semakin mencekik mesin pembakaran internal, Audi dipaksa memutar otak agar tetap bisa mempertahankan performa brutal khas RS namun tetap ramah terhadap lingkungan.
Bocoran Tak Sengaja: RS5 Avant Menjadi Model Plug-in Hybrid Pertama
Informasi yang paling dinanti mengenai jantung pacu Audi RS5 Avant justru terungkap melalui ketidaksengajaan pihak Audi sendiri di media sosial profesional. Audi sempat memposting pengumuman singkat di LinkedIn tentang model baru ini. Namun, perusahaan kemudian menghapusnya. Beruntung, tangkapan layar sudah tersebar luas di kalangan komunitas otomotif.
Dalam berita tersebut tertulis, “Audi RS5 baru akan meluncur dan akan menjadi plug-in hybrid performa tinggi pertama kami”. Langkah menuju tata letak plug-in hybrid ini dipandang sebagai strategi yang masuk akal, mengingat efisiensi emisi yang ditawarkan tanpa mengorbankan lonjakan tenaga. Elektrifikasi tidak hanya akan membantu RS5 memenuhi target emisi berdasarkan standar Euro 7, tetapi kemungkinan juga akan memberikan peningkatan performa yang signifikan dan memungkinkan jangkauan yang layak hanya dengan tenaga listrik.
Dunia otomotif tahun 2026 ini jelas menunjukkan arah yang pasti: BYD dengan kecepatan pengisian dayanya yang revolusioner dan Audi dengan transisi performa hibridanya, keduanya berkomitmen untuk menjaga relevansi di masa depan yang serba elektrik.