JAKARTA - Real Madrid resmi memasuki babak baru pasca penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda tim menggantikan Xabi Alonso pada awal Februari 2026. Mantan bek legendaris Los Blancos ini langsung memberikan pernyataan tegas mengenai struktur skuad yang akan dipimpinnya. Dalam upaya membawa stabilitas ke Santiago Bernabeu, Arbeloa telah mengidentifikasi lima "pemain tak tersentuh" yang menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan besar yang dilakoni Madrid.
Keputusan ini diambil Arbeloa di tengah tekanan tinggi untuk segera memperbaiki performa tim yang sempat goyah di bawah kepemimpinan sebelumnya. Pelatih asal Spanyol tersebut kini berupaya menyinkronkan kekuatan talenta global yang dimilikinya menjadi sebuah unit yang solid untuk mengejar ketertinggalan dari Barcelona di puncak klasemen La Liga.
Pilar Serangan: Harmoni Mbappe dan Vinicius Junior
Fokus utama Arbeloa terletak pada lini depan yang dihuni oleh Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Kedua penyerang ini bukan hanya sekadar pemain bintang, melainkan instrumen vital yang selalu menghuni daftar starting XI dalam empat laga terakhir. Arbeloa secara sadar mempertahankan keduanya di lapangan selama 90 menit penuh demi mencari keseimbangan di lini serang.
Tantangan utama bagi Arbeloa adalah mengintegrasikan dua pemain yang secara alami lebih dominan beroperasi di sisi kiri. Namun, bagi sang pelatih, kualitas individu keduanya jauh lebih penting daripada sekadar penempatan posisi secara kaku. Ia percaya bahwa memberikan menit bermain yang maksimal kepada Mbappe dan Vinicius adalah kunci bagi Madrid untuk membongkar pertahanan lawan yang paling rapat sekalipun.
Mesin Lini Tengah: Dinamika Bellingham dan Valverde
Di sektor tengah, Arbeloa memberikan jaminan tempat utama bagi Jude Bellingham dan Federico Valverde. Bellingham, yang telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu gelandang serang terbaik di dunia, dianggap sebagai otak dari setiap transisi serangan Madrid. Arbeloa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi peran bebas Bellingham agar sang pemain dapat mengeluarkan potensi kreatifnya secara optimal.
Sementara itu, Federico Valverde menjadi pilihan utama karena atribut fisiknya yang luar biasa dan fleksibilitas taktis yang ia miliki. Pemain asal Uruguay ini dianggap sebagai motor yang menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Bagi Arbeloa, kehadiran Valverde memberikan jaminan energi yang tidak akan padam sepanjang pertandingan, menjadikannya anggota integral yang sulit untuk digantikan oleh pemain lain.
Kiper Utama dan Fondasi Pertahanan
Meski Arbeloa mengakui masih dalam proses mencari komposisi lini belakang yang paling ideal, ia tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk posisi di bawah mistar gawang. Thibaut Courtois ditetapkan sebagai kiper nomor satu yang tidak tergantikan. Arbeloa melihat pemain asal Belgia tersebut sebagai benteng terakhir yang memberikan rasa aman bagi seluruh anggota tim.
Selama Courtois berada dalam kondisi fisik yang prima, posisinya tidak akan terancam oleh siapa pun. Penetapan ini memberikan kepastian hukum di area pertahanan, sementara sang pelatih terus bereksperimen mencari pasangan bek tengah dan bek sayap yang paling pas untuk mendampingi sang kiper utama.
Alasan Di Balik Kebijakan Pemain Tak Tersentuh
Saat ditanya mengenai status khusus bagi kelima pemain tersebut, Arbeloa menjawab dengan logika yang sederhana namun kuat: kesuksesan tim bergantung pada pemain terbaik di lapangan. Ia menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari performa konsisten yang ditunjukkan para pemain tersebut.
"Semakin banyak menit yang dapat mereka berikan kepada tim, semakin baik bagi saya," ujar Arbeloa. Ia menambahkan bahwa kelima pemain ini termasuk dalam jajaran sepuluh besar pemain terbaik di dunia. "Ini adalah pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Akan ada orang yang bukan penggemar Madrid yang tidak ingin mereka berada di lapangan, tetapi saya bayangkan pendukung Madrid ingin pemain terbaik mereka selalu tersedia, selalu di lapangan," tegasnya.
Fokus pada Kerja Keras dan Konsistensi Permainan
Meskipun sudah memiliki pemain kunci, Arbeloa mengingatkan bahwa Real Madrid masih dalam tahap pengerjaan untuk menemukan konsistensi yang diinginkan di semua level. Ia menolak untuk terjebak dalam euforia berlebihan atau kekecewaan mendalam atas hasil-hasil sebelumnya. Baginya, saat ini adalah waktu untuk bekerja keras guna mengejar selisih satu poin dari Barcelona.
Madrid dijadwalkan akan menghadapi Rayo Vallecano pada hari Minggu mendatang, sebuah laga yang diharapkan menjadi titik balik untuk mengambil inisiatif dalam perebutan gelar juara liga. Arbeloa menegaskan bahwa performa di lapanganlah yang akan menentukan segalanya, bukan sekadar nama besar yang tertera di jersei.
Pergeseran Strategi: Meninggalkan Era Galacticos?
Menariknya, kebijakan Arbeloa ini muncul di tengah rumor adanya perubahan sentimen di jajaran petinggi Real Madrid. Muncul sebuah kesadaran bahwa memaksakan semua pemain bintang dalam satu lapangan tidak selalu memberikan hasil instan di era sepak bola modern. Laporan dari Anton Meana di El Larguero menyebutkan adanya perasaan bahwa rencana penggantian generasi di lini tengah mungkin perlu dievaluasi kembali.
Langkah Arbeloa yang fokus membangun tim di sekitar lima pemain kunci ini mengindikasikan bahwa Madrid mungkin akan berhenti mencari bintang baru hanya untuk menambal lubang, dan lebih memilih mencari pemain pendukung yang mampu memfasilitasi performa para pemain kunci tersebut. Arbeloa kini memikul beban berat untuk membuktikan bahwa pendekatannya lebih efektif daripada nakhoda sebelumnya, Xabi Alonso, yang dipecat setelah serangkaian hasil mengecewakan di La Liga dan Liga Champions.