JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, mengalami penguatan tipis yang memberikan sentimen positif di pasar valuta asing domestik.
Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah menguat ke level Rp16.779 per dolar AS, mencerminkan pergerakan nilai tukar yang stabil dan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Perkembangan kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI, serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan tersebut.
Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS dan Mata Uang Asia
Rupiah menguat sebesar 0,04% ke Rp16.779 per dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS yang naik 0,09% ke posisi 97,07.
Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lain juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS, di antaranya dolar Hong Kong naik 0,08%, peso Filipina menguat 0,03%, dan yuan China meningkat 0,11%.
Namun, tidak semua mata uang di kawasan Asia bergerak menguat. Yen Jepang melemah 0,15%, dolar Singapura turun 0,06%, dolar Taiwan terkoreksi 0,36%, won Korea melemah signifikan sebesar 0,89%, rupee India turun 0,04%, ringgit Malaysia melemah 0,45%, dan baht Thailand terkoreksi 0,09%.
Pergerakan ini menunjukkan dinamika yang kompleks dalam perdagangan valuta asing global, dipengaruhi oleh faktor ekonomi domestik maupun internasional.
Prediksi Pergerakan Rupiah dan Peran Bank Indonesia
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Prediksi ini memperlihatkan pasar masih berhati-hati dalam menanggapi dinamika global, terutama terkait kebijakan moneter di Amerika Serikat dan dampaknya terhadap pasar emerging market.
Menurut Ibrahim, langkah Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat pengelolaan cadangan devisa menjadi instrumen krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya ini dianggap efektif dalam meredam tekanan akibat dinamika suku bunga global serta lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
“Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan melalui sinergi stabilitas makroekonomi dan percepatan digitalisasi ekonomi. Ini bertujuan agar cadangan devisa tidak hanya menjadi bantalan krisis, tetapi juga mendukung transformasi ekonomi nasional yang lebih adaptif di tengah volatilitas keuangan internasional,” ujarnya.
Ibrahim menambahkan bahwa BI tengah memperkuat kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global yang meningkat.
Kurs Dolar AS di Bank Central Asia (BCA)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.52 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.777 dan harga jual Rp16.797 berdasarkan kurs e-rate.
Sedangkan berdasarkan kurs TT counter, BCA mematok harga beli Rp16.620 dan harga jual Rp16.920 per dolar AS. Untuk kurs bank notes, harga beli dan jual dolar AS masing-masing juga sebesar Rp16.620 dan Rp16.920.
BCA sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia terus menyesuaikan harga kursnya mengikuti perkembangan pasar untuk memberikan layanan yang kompetitif bagi nasabahnya.
Kurs Dolar AS di Bank Rakyat Indonesia (BRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada pukul 09.52 WIB menetapkan harga beli dan jual dolar AS masing-masing sebesar Rp16.778 dan Rp16.805 berdasarkan e-rate.
Untuk kurs TT counter, BRI mematok harga beli sebesar Rp16.690 dan harga jual Rp16.890 per dolar AS. Penetapan kurs ini menyesuaikan dengan kebutuhan transaksi perdagangan dan investasi para nasabah.
Sebagai bank pelat merah terbesar di Indonesia, BRI memegang peranan penting dalam menstabilkan pasar valuta asing domestik.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada pukul 09.06 WIB menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rate masing-masing Rp16.770 dan Rp16.800.
Untuk kurs TT counter, Bank Mandiri menawarkan harga beli Rp16.600 dan harga jual Rp16.900. Begitu pula dengan bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp16.600 dan harga jual Rp16.900.
Mandiri, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, terus memantau fluktuasi pasar guna menjaga layanan terbaik bagi nasabahnya.
Kurs Dolar AS di Bank Negara Indonesia (BNI)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.50 WIB menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates masing-masing Rp16.779 dan Rp16.799.
Berdasarkan kurs TT counter, BNI menetapkan harga beli dolar AS Rp16.625 dan harga jual Rp16.925. Sedangkan untuk bank notes, harga beli dan jual dolar AS juga masing-masing sebesar Rp16.625 dan Rp16.925.
BNI juga menyesuaikan harga kurs untuk memenuhi kebutuhan transaksi valuta asing yang bervariasi di masyarakat dan dunia usaha.
Faktor Pendukung Stabilitas Rupiah
Penguatan rupiah hari ini didukung oleh beberapa faktor fundamental, seperti pengelolaan cadangan devisa yang optimal oleh BI serta perbaikan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Selain itu, inflasi terkendali dan pemulihan ekonomi global yang masih berlangsung memberikan sentimen positif.
Sinergi kebijakan moneter dan makroprudensial BI juga memberikan kepercayaan pada pelaku pasar, menjaga volatilitas nilai tukar agar tidak bergejolak tajam di tengah ketidakpastian global.
Dampak Pergerakan Nilai Tukar pada Perekonomian
Pergerakan nilai tukar rupiah sangat berpengaruh pada berbagai sektor ekonomi, terutama sektor perdagangan, investasi, dan industri manufaktur. Rupiah yang stabil dan menguat akan membantu menekan biaya impor bahan baku serta menjaga daya beli masyarakat.
Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing, penguatan rupiah dapat mengurangi beban pembayaran utang luar negeri. Sebaliknya, penguatan ini juga bisa menekan daya saing ekspor, sehingga perlu diseimbangkan dengan kebijakan lain.
Prospek Pergerakan Nilai Tukar Rupiah ke Depan
Dengan berbagai upaya BI dan kondisi ekonomi global yang mulai menunjukkan tanda stabilisasi, prospek nilai tukar rupiah diperkirakan tetap berada dalam jalur yang sehat.
Namun, pelaku pasar harus tetap waspada terhadap risiko volatilitas akibat kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik yang dapat memicu ketidakpastian.
Kondisi ini mengharuskan pemerintah dan otoritas keuangan untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas nilai tukar demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kurs dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI pada Senin, 2 Februari 2026, menunjukkan penguatan rupiah yang memberikan optimisme terhadap kondisi ekonomi domestik.
Kebijakan Bank Indonesia yang memperkuat pengelolaan cadangan devisa dan bauran kebijakan moneter-makroprudensial menjadi kunci utama menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Penguatan ini didukung pula oleh sentimen positif dari mata uang Asia lainnya, meskipun beberapa mata uang regional mengalami tekanan. Bank-bank besar di Indonesia terus menyesuaikan kurs jual beli dolar AS mengikuti dinamika pasar untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar diharapkan tetap optimis dan waspada, memanfaatkan peluang sambil menjaga kesiapan menghadapi ketidakpastian global. Rupiah yang stabil dan menguat menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional menuju masa depan yang lebih cerah.