Tony Adams Akui Martin Odegaard Layak Jadi Kapten Utama Arsenal

Senin, 02 Februari 2026 | 13:30:41 WIB
Tony Adams Akui Martin Odegaard Layak Jadi Kapten Utama Arsenal

JAKARTA - Dinamika ban kapten di Arsenal selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama ketika sosok legenda sebesar Tony Adams mulai angkat bicara. Mantan bek tangguh yang dikenal sebagai "Mr. Arsenal" ini akhirnya melunakkan sikapnya dan memberikan pengakuan tulus terhadap peran Martin Odegaard. Adams mengakui bahwa gelandang asal Norwegia tersebut telah berhasil membuktikan kapasitasnya dan membungkam keraguan yang sempat ia lontarkan sebelumnya.

Perubahan pandangan Adams ini tidak datang tiba-tiba. Melalui pengamatan mendalam sepanjang musim ini, ia melihat adanya kematangan kepemimpinan yang luar biasa dalam diri Odegaard. Pemain yang dulunya dianggap "terlalu kalem" untuk memimpin kini justru menjadi pusat kekuatan utama bagi The Gunners dalam perburuan gelar.

Transformasi Pandangan Sang Legenda

Pada awalnya, Tony Adams merupakan salah satu pengamat yang cukup kritis terhadap keputusan Mikel Arteta menunjuk Odegaard sebagai kapten. Adams, yang identik dengan gaya kepemimpinan vokal dan lugas di lini belakang, sempat mempertanyakan apakah beban ban kapten tidak akan mengganggu kreativitas Odegaard di lapangan.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Adams secara terang-terangan menyarankan agar tanggung jawab tersebut dialihkan kepada pemain dengan profil yang lebih "fisik" dan defensif. Ia sempat memunculkan nama-nama seperti Declan Rice atau bek tengah Gabriel Magalhaes sebagai kandidat yang dianggapnya lebih ideal. Namun, performa konsisten dan determinasi tinggi yang ditunjukkan Odegaard musim ini akhirnya memaksa Adams untuk menarik kembali keraguannya tersebut.

Alasan di Balik Keraguan Faktor Posisi

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama talkSPORT, Adams menjelaskan secara mendalam mengapa ia sempat merasa ragu. Salah satu faktor utamanya adalah posisi bermain Odegaard sebagai gelandang serang atau pemain kreatif di lini depan. Adams memiliki filosofi bahwa seorang pemimpin idealnya adalah pemain yang menjamin kontinuitas di lapangan.

“Saya sempat bilang, mungkin kapten seharusnya Declan Rice,” ujar Adams saat mengenang pendapat lamanya. Ia juga membandingkan situasi ini dengan kondisi di tim nasional Inggris, “Saya juga pernah mengatakan hal yang sama tentang Harry Kane di timnas Inggris.”

Menurut Adams, pemain di sektor penyerangan seringkali menjadi subjek taktik yang dinamis. “Kalau kamu punya pemain menyerang, kadang kamu harus mengubah pendekatan. Bisa jadi kamu butuh pemain yang lebih cepat, lebih kuat untuk duel udara, atau seseorang yang lebih kreatif. Dan Odegaard adalah bagian dari proses itu,” jelasnya. Hal inilah yang sempat membuatnya khawatir kepemimpinan di lapangan akan terputus jika sang kapten harus ditarik keluar demi kebutuhan strategi.

Kemiripan Gaya dengan Dennis Bergkamp

Meski sempat mengkritik aspek kepemimpinan, Adams menegaskan bahwa ia tidak pernah menutup mata terhadap talenta teknis luar biasa yang dimiliki eks pemain Real Madrid tersebut. Ia bahkan tidak ragu menyandingkan Odegaard dengan salah satu legenda terbesar Arsenal lainnya.

“Dia adalah tipe Dennis Bergkamp, pemain yang sangat berbakat, benar-benar bertalenta,” puji Adams. Namun, ia tetap memberikan catatan realistis sebagai seorang mantan bek, “Tapi dia tidak akan berada di lapangan 24 jam penuh.” Perbandingan dengan Bergkamp menunjukkan betapa tingginya apresiasi Adams terhadap skill individu Odegaard, meskipun secara fungsional ia tetap melihat perlunya sosok stabil seperti Gabriel Magalhaes sebagai opsi alternatif di lini pertahanan.

Evolusi Permainan yang Lebih Berani dan Tajam

Satu hal yang paling membuat Tony Adams terkesan adalah perubahan drastis dalam gaya bermain Odegaard jika dibandingkan dengan kampanye musim lalu. Adams menilai bahwa musim ini Odegaard tampil dengan mentalitas yang jauh lebih "menyerang" dan efisien dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan.

“Musim lalu dia tidak cukup positif dengan bola,” ungkap Adams secara jujur. “Dia terlihat ragu-ragu, terlalu lama mengambil keputusan, dan itu memperlambat alur permainan.”

Namun, kritik tersebut kini telah usang. Adams melihat versi Odegaard yang jauh lebih berkembang dan mematikan musim ini. “Sekarang saya melihat perubahan yang sangat besar. Dia benar-benar mengalirkan bola, lebih cepat, lebih tajam, dan lebih menentukan,” tambahnya. Kecepatan dalam mengalirkan serangan inilah yang dianggap Adams sebagai kunci mengapa serangan Arsenal kini jauh lebih sulit diantisipasi oleh lawan.

Pengaruh Besar di Ruang Ganti Emirates

Di luar aspek teknis di lapangan hijau, Adams juga menyoroti peran Odegaard sebagai pemersatu skuad di balik layar. Meskipun ia tidak lagi berada dalam lingkaran dalam tim, informasi yang sampai ke telinganya menunjukkan bahwa Odegaard adalah sosok yang sangat dihormati oleh rekan-rekan setimnya.

“Saya dengar dari dalam, Odegaard sangat bagus sebagai pemimpin dan para pemain mencintainya,” kata Adams. Pengaruh positif di ruang ganti ini menjadi fondasi penting bagi kesolidan tim asuhan Mikel Arteta. Keharmonisan internal inilah yang menurut Adams menjadi alasan mengapa seluruh pemain Arsenal tampak bersatu padu dan berjuang habis-habisan di bawah arahan kapten mereka.

“Saya bisa memahami kenapa tim bersatu di belakangnya, dan itu sangat baik,” pungkas Adams. Pengakuan dari sosok yang memenangkan banyak gelar bersama Arsenal ini seolah menjadi stempel pengesahan bahwa Martin Odegaard memang orang yang tepat untuk memimpin Arsenal menuju era kejayaan baru.

Terkini