Bulog Fokus Pasarkan Beras Premium ke Arab Saudi 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 11:33:20 WIB
Bulog Fokus Pasarkan Beras Premium ke Arab Saudi 2026

JAKARTA - PT Perum Bulog tengah mempersiapkan gudang penyimpanan beras premium di Arab Saudi guna menampung beras yang akan diekspor untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. 

Persiapan ini merupakan langkah strategis Bulog untuk memperluas pasar beras nasional ke luar negeri sekaligus mendukung kebutuhan pangan jemaah haji yang rutin melaksanakan ibadah setiap tahun.

 Dengan adanya gudang ini, Bulog berharap dapat menjamin kelancaran distribusi beras di Arab Saudi selama musim haji berlangsung.

Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengatur ketersediaan gudang di sana dengan kapasitas yang mencapai ribuan ton.

Meski belum merinci harga dan lokasi gudang secara spesifik, Febby memastikan bahwa penyediaan fasilitas penyimpanan tersebut bukan hal yang sulit mengingat kemampuan Bulog dalam hal kapasitas dan sumber daya. 

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut setelah sampel beras premium yang dikirim ke perusahaan katering di Saudi disetujui.

Kebutuhan Beras Jemaah Haji dan Petugas

Berdasarkan komunikasi antara Bulog dan Kementerian Haji dan Umroh, kebutuhan beras premium bagi jemaah dan petugas haji tahun 2026 mencapai sekitar 4.000 ton.

Jumlah tersebut menjadi dasar bagi Bulog untuk menyiapkan gudang dengan kapasitas besar agar dapat memenuhi permintaan secara tepat waktu dan dengan kualitas yang terjaga. 

Kegiatan ibadah haji yang dilakukan di dua kota suci, Makkah dan Madinah, yang berjarak sekitar 434 kilometer, menuntut pengelolaan logistik yang efektif agar pasokan pangan tidak terganggu.

Beras yang disiapkan untuk ekspor adalah jenis premium, sesuai dengan preferensi konsumsi jemaah dan perusahaan katering di Arab Saudi. 

Preferensi ini menunjukkan peluang pasar yang luas bagi Bulog di luar negeri dan sekaligus mengangkat kualitas produk beras nasional ke pasar internasional. 

Selain untuk kebutuhan haji, Bulog juga membidik pasar katering untuk jemaah umrah yang beribadah sepanjang tahun, sehingga potensi ekspor beras premium dapat berkelanjutan.

Stok Beras Nasional dan Cadangan Pemerintah

Ekspor beras yang direncanakan Bulog didukung oleh kondisi stok beras nasional yang cukup melimpah. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,25 juta ton, sementara Bulog menargetkan penyerapan beras dari petani lokal sebesar 4 juta ton pada tahun ini. 

Ketersediaan stok beras yang cukup besar ini memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menjajaki pasar ekspor beras internasional, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan domestik.

Bulog optimis dengan target ini karena didukung oleh pasokan lokal yang cukup memadai dan sistem pengelolaan stok yang telah berpengalaman. 

Dengan demikian, Bulog tidak hanya berperan sebagai penyedia stok pangan dalam negeri, tapi juga berpotensi menjadi pemain utama di pasar beras internasional, khususnya dalam segmen beras premium.

Infrastruktur dan Pengalaman Logistik Bulog

Dari sisi infrastruktur, Bulog menilai bahwa mereka sudah siap untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan beras premium bagi kebutuhan jemaah haji. Rizal, pejabat Bulog, menyampaikan bahwa sistem logistik dan stok yang dimiliki sudah memadai untuk memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, kualitas, dan waktu. Ini penting agar mutu beras tetap terjaga selama proses pengiriman dan penyimpanan di Arab Saudi.

Pengalaman Bulog dalam pengelolaan stok dan distribusi beras selama ini memberikan nilai tambah dalam menyiapkan ekspor beras premium ke luar negeri. 

Dengan jaringan logistik yang tersebar dan sistem manajemen stok yang canggih, Bulog mampu menjamin bahwa beras yang dikirim memenuhi standar mutu dan tepat waktu sampai ke tangan konsumen di Arab Saudi.

Standar Kualitas Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji

Beras yang akan disiapkan untuk jemaah haji memiliki standar kualitas ketat dengan pecahan maksimal 5 persen, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Standar ini dibuat untuk memastikan bahwa beras yang dikonsumsi jemaah tetap memiliki kualitas terbaik dan memenuhi harapan konsumen, terutama di tengah kebutuhan pangan selama ibadah yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari.

Penerapan standar mutu ini juga menandakan keseriusan Bulog dalam menjaga reputasi dan kualitas produk beras yang diekspor. 

Dengan standar yang terjaga, Bulog berharap dapat membangun kepercayaan pasar internasional dan membuka peluang ekspor beras premium ke negara lain di masa depan.

Prospek Ekspor Beras Premium dan Pasar Umrah

Selain fokus pada musim haji, Bulog juga membidik pasar katering untuk jemaah umrah yang beribadah sepanjang tahun. Hal ini membuka potensi ekspor beras premium yang berkelanjutan dan tidak terbatas pada musim tertentu saja. 

Dengan demikian, ekspor beras premium tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi sumber devisa berkelanjutan bagi negara.

Pasar umrah yang lebih panjang dan rutin memberikan peluang bagi Bulog untuk memperluas jaringan distribusi dan menjalin kerja sama dengan lebih banyak perusahaan katering di Arab Saudi. 

Strategi ini sekaligus mendukung peningkatan volume ekspor beras premium dan memperkuat posisi Bulog sebagai pemasok utama beras premium di kawasan tersebut.

Dukungan Pemerintah dan Target Penyerapan Petani Lokal

Langkah Bulog menyiapkan gudang dan ekspor beras premium ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengoptimalkan potensi ekspor komoditas strategis. Pemerintah memberikan dukungan penuh agar Bulog dapat menjalankan perannya secara efektif, termasuk dalam penyerapan hasil panen petani lokal.

Target penyerapan beras lokal sebesar 4 juta ton pada tahun 2026 merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi Bulog. 

Dengan serapan yang tinggi, Bulog dapat membantu stabilisasi harga beras di dalam negeri sekaligus menyediakan stok yang cukup untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Ketersediaan pasokan yang kuat menjadi modal utama dalam menjaga kesinambungan ekspor beras premium ke Arab Saudi.

Persiapan gudang beras premium di Arab Saudi oleh Bulog merupakan langkah strategis yang menunjukkan kesiapan Indonesia untuk memasuki pasar ekspor beras premium internasional.

 Dengan dukungan stok yang melimpah, infrastruktur logistik yang mumpuni, dan pengalaman pengelolaan stok yang sudah matang, Bulog optimis dapat memenuhi kebutuhan beras jemaah haji Indonesia dengan baik.

Tidak hanya itu, peluang pasar beras premium untuk jemaah umrah yang berlangsung sepanjang tahun juga membuka pintu ekspor berkelanjutan yang dapat meningkatkan pendapatan devisa negara. 

Standar kualitas beras yang ketat dan kerjasama erat dengan pemerintah serta kementerian terkait menjadi kunci sukses dalam upaya ini.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog tidak hanya menjalankan tugas sebagai penyedia pangan nasional, tetapi juga menjembatani peluang Indonesia sebagai eksportir beras premium di kancah internasional.

Terkini