Drone Pertanian Bantu Petani Hadapi Perubahan Iklim Secara Efektif

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:19:51 WIB
Drone Pertanian Bantu Petani Hadapi Perubahan Iklim Secara Efektif

JAKARTA - Ketahanan pangan nasional menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan produksi pangan yang terus meningkat. 

Salah satu upaya strategis yang dijalankan adalah pemanfaatan teknologi modern seperti drone dalam pertanian. Kementerian Pertanian menegaskan dukungan penuh terhadap penggunaan drone sebagai alat bantu dalam pengelolaan lahan pertanian, terutama untuk penyemprotan pestisida secara efektif dan ramah lingkungan.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Leli Nuryati, menyoroti pentingnya integrasi teknologi dengan kebijakan pengelolaan pestisida berkelanjutan. 

Drone tidak hanya mempermudah distribusi pestisida di lahan terasering dan luas, tetapi juga membantu mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida secara manual. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Kerangka Nasional Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan

Peluncuran Kerangka Nasional Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan yang digagas Kementerian Pertanian bersama Croplife Indonesia menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pertanian yang lebih aman dan produktif. 

Kerangka ini merupakan komitmen bersama pemerintah dan industri pestisida untuk memastikan bahwa penggunaan pestisida memenuhi standar mutu yang ketat dan tidak merusak lingkungan.

Leli Nuryati menekankan bahwa kebijakan ini akan menjadi pedoman bagi para petani dan pelaku industri untuk menggunakan pestisida secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

Salah satu poin utama dari kerangka ini adalah harmonisasi regulasi pemerintah dengan praktik industri agar pestisida yang digunakan efektif, aman bagi manusia, dan tidak merusak ekosistem.

Lebih jauh, Leli menjelaskan bahwa pendaftaran pestisida wajib dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019. Setiap pestisida harus memperoleh izin resmi sebelum diedarkan di pasar. 

Mekanisme ini memastikan bahwa hanya produk yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang dapat digunakan di lapangan.

Peran Drone dalam Mendukung Efisiensi dan Keamanan Pertanian

Penerapan drone dalam penyemprotan pestisida sudah mulai diadopsi di berbagai wilayah, terutama daerah dengan lahan terasering dan area pertanian luas yang sulit dijangkau oleh metode konvensional. 

Drone pertanian merupakan alat mesin modern yang didukung pemerintah lewat program Brigade Pangan, yang bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani serta mengurangi risiko paparan pestisida secara langsung.

Leli Nuryati menegaskan bahwa pemanfaatan drone sangat krusial untuk mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. 

Selain itu, penggunaan drone dapat menekan biaya operasional dan mempercepat waktu aplikasi pestisida sehingga tanaman dapat terlindungi dengan lebih baik dari hama dan penyakit.

Kementerian Pertanian juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan drone secara luas. 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian akan berperan aktif dalam membekali petani dengan keterampilan mengoperasikan drone sehingga teknologi ini dapat diimplementasikan secara masif di seluruh Indonesia.

Strategi Jangka Panjang Hadapi Perubahan Iklim dan Tingkatkan Produktivitas

Pengelolaan pestisida berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern seperti drone merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menghadapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. 

Leli Nuryati menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga menjaga keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Strategi ini menjadi kunci untuk memastikan swasembada pangan tetap tercapai tanpa mengorbankan kelestarian alam. Penggunaan pestisida yang tepat sasaran dan berstandar tinggi akan mengurangi kontaminasi lingkungan dan risiko kesehatan akibat bahan kimia berbahaya.

Leli juga menegaskan bahwa integrasi teknologi ramah lingkungan dan regulasi ketat menjadi sinergi utama dalam membangun pertanian yang tahan banting terhadap perubahan iklim sekaligus produktif. Program ini diharapkan bisa menjadi model yang dapat diadopsi oleh petani di seluruh Indonesia.

Komitmen Pemerintah dan Industri untuk Pertanian Berkelanjutan

Dukungan Kementerian Pertanian kepada Croplife Indonesia dalam peluncuran Kerangka Nasional Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan menegaskan adanya sinergi antara pemerintah dan sektor industri. 

Sinergi ini penting untuk membangun sistem pertanian yang tidak hanya mengutamakan hasil, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia.

Leli Nuryati mengungkapkan apresiasi terhadap komitmen Croplife dalam memberikan pelatihan dan pengenalan teknologi pertanian modern kepada petani. Hal ini akan mempercepat transformasi digital di sektor pertanian dan meningkatkan kompetensi petani dalam mengelola lahan secara efisien.

Program pelatihan penggunaan drone yang diinisiasi Croplife mendapat sambutan positif dari pemerintah karena sejalan dengan visi pembangunan pertanian nasional yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. 

Kementerian Pertanian juga membuka ruang bagi kerja sama yang lebih luas dengan berbagai stakeholder untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan pemanfaatan teknologi tersebut.

Melalui pemanfaatan teknologi drone dan pengelolaan pestisida yang berkelanjutan, pemerintah ingin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. 

Kombinasi antara regulasi ketat, teknologi modern, dan sinergi multi pihak menjadi kunci keberhasilan transformasi pertanian Indonesia di era perubahan iklim.

Terkini