JAKARTA - Dunia perbankan sedang mengalami pergeseran paradigma yang signifikan, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berada di garis depan transformasi tersebut. Melalui perhelatan BTN Expo 2026 yang resmi dibuka pada Rabu, bank pelat merah ini tidak lagi hanya memosisikan diri sebagai penyedia pembiayaan hunian konvensional. Langkah strategis ini menandai ambisi besar bank untuk merambah ekosistem gaya hidup dan bisnis yang lebih luas dan terintegrasi.
Dalam gelaran tahunan ini, BTN menetapkan target yang ambisius namun terukur, yakni melakukan akuisisi hingga 25.000 nasabah baru untuk aplikasi digital mereka, bale by BTN. Selain itu, pameran ini diharapkan menjadi katalisator bagi penandatanganan sedikitnya 500 akad unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama periode penyelenggaraan.
Strategi Transformasi Menuju Bank Ekosistem dan Gaya Hidup
Eksistensi BTN Expo 2026 menjadi bukti nyata bahwa BTN tengah memperluas cakrawala bisnisnya. Director Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pameran properti biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi perubahan identitas perusahaan.
Setiyo Wibowo menyebut, gelaran BTN Expo pada dasarnya merupakan ajang transformasi BTN dari bank yang fokus di perumahan menuju bank gaya hidup dan bisnis dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dengan visi ini, BTN berusaha menyentuh berbagai aspek kehidupan nasabahnya, tidak hanya terbatas pada kepemilikan aset properti, tetapi juga kebutuhan finansial sehari-hari melalui solusi digital yang komprehensif.
Optimisme Pencapaian Target Akad KPR Baru
Meskipun fokus bank kini meluas, sektor KPR tetap menjadi tulang punggung yang kokoh. Setiyo menjelaskan dinamika operasional bank yang sangat produktif dalam melayani kebutuhan hunian masyarakat. Setiap harinya, BTN mampu melayani rata-rata 1.000 akad KPR di seluruh jaringannya.
Khusus untuk penyelenggaraan BTN Expo 2026, manajemen memproyeksikan aktivitas yang intens. Setiyo menjelaskan, setiap harinya BTN melayani rerata 1.000 akad KPR. Pada gelaran ini, proyeksinya terjadi kisaran 100 akan per hari, sehingga dalam lima hari penyelenggaraan totalnya tercapai hingga 500 akad KPR baru pada BTN Expo 2026. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan transaksi langsung di lokasi pameran.
Milenial dan Generasi Z Sebagai Penggerak Utama Pasar
Data internal BTN menunjukkan fenomena menarik terkait siapa yang kini menguasai pasar properti nasional. Rupanya, tongkat estafet kepemilikan rumah telah berpindah ke tangan generasi muda. Setiyo mengungkapkan bahwa saat ini segmen perumahan BTN didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z.
Kehadiran aplikasi bale by BTN menjadi jawaban atas tuntutan kecepatan dan kemudahan yang diinginkan oleh kelompok umur ini. “Lebih dari 75% nasabah baru dari sisi pembelian rumah ini generasi muda,” kata Setiyo dalam pembukaan BTN Expo di Jakarta, Rabu (29/1/2026). Pergeseran ini memaksa industri untuk tidak lagi menggunakan cara-cara lama dalam menjangkau konsumen.
Akselerasi Transaksi Digital Melalui Bale Property
Seiring dengan pergeseran demografi tersebut, aspek digitalisasi menjadi harga mati bagi keberlanjutan bisnis BTN. SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, memaparkan bagaimana layanan Bale Property yang terintegrasi dalam aplikasi bale by BTN telah mengubah cara nasabah berinteraksi dengan bank.
Tahun lalu, tren transaksi daring menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Bank mencatat bahwa 10% dari total booking rumah di BTN dilakukan secara online, dengan nilai pencairan yang mencapai angka Rp 2,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap platform digital BTN semakin menguat.
Target Akuisisi Puluhan Ribu Pengguna Aplikasi Baru
Melihat kesuksesan tahun sebelumnya, BTN optimistis bahwa pameran kali ini akan menjadi magnet bagi pengguna baru layanan digital mereka. Target utama dari sisi teknologi adalah memastikan ekosistem bale by BTN semakin besar melalui penambahan basis pengguna yang signifikan selama lima hari penyelenggaraan expo.
Sejalan dengan itu, targetnya BTN Expo 2026 dapat menyerap hingga 25.000 pengguna baru bale by BTN. “Harapannya dari BTN Expo 2026 ini kami bisa menyerap kurang lebih 20.000–25.000 pengguna baru lewat program-program yang kami kembangkan di sini,” papar Thomas dalam kesempatan yang sama.
Komitmen Terhadap Prinsip Keberlanjutan dan UMKM
Tak hanya bicara soal angka pertumbuhan dan digitalisasi, BTN Expo 2026 juga membawa misi moral yang lebih besar melalui penerapan prinsip keberlanjutan. Bank berupaya mendorong terciptanya hunian yang ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Dukungan terhadap keberlanjutan ini diwujudkan melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal serta kolaborasi inovatif yang menitikberatkan pada efisiensi energi. Dengan memanfaatkan teknologi digital, BTN berusaha menciptakan proses bisnis yang lebih hijau dan efisien, sejalan dengan tren global mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pameran Terpadu: Dari Lowongan Kerja Hingga Festival Kuliner
Untuk mewujudkan identitas sebagai "bank gaya hidup", BTN Expo 2026 dirancang sebagai pameran multifaset yang melampaui sekadar jual-beli rumah. Acara ini mencakup berbagai klaster kegiatan yang saling melengkapi dalam satu atap.
Property Expo tetap menjadi primadona dengan kehadiran para pengembang perumahan top nasional yang menjadi mitra strategis BTN. Namun, pengunjung juga bisa menemukan BTN Hiring yang bertujuan menjaring talenta-talenta terbaik bangsa, pemberian penghargaan dalam Awarding BTN Housingpreneur, hingga sisi hiburan berupa Culinary and Fashion Festival. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perbankan yang berbeda bagi seluruh lapisan masyarakat yang hadir.