Alternatif Investasi Saat Harga Emas Tembus Rp3 Juta Per Gram

Kamis, 29 Januari 2026 | 11:37:52 WIB
Alternatif Investasi Saat Harga Emas Tembus Rp3 Juta Per Gram

JAKARTA - Dinamika pasar komoditas global kembali mengejutkan para pelaku pasar di awal tahun 2026. Emas, yang selama berabad-abad dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven) utama, kini mencapai level harga yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Lonjakan harga ini menciptakan dilema baru: di satu sisi, emas membuktikan ketangguhannya, namun di sisi lain, ambang batas harga yang sangat tinggi membuat investor baru kesulitan untuk melakukan akumulasi aset.

Kondisi ini memaksa para pemodal, baik pemula maupun profesional, untuk memutar otak dan mencari celah pada instrumen keuangan lain. Diversifikasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga daya beli modal di tengah tren kenaikan harga logam mulia yang kian melambung tinggi.

Rekor Baru Harga Emas dan Dampaknya bagi Investor

Tren kenaikan harga emas terus melambung tinggi hingga berada di angka Rp3 juta per gram, membuat logam mulia ini semakin mahal untuk dijadikan sebagai instrumen investasi baru. Pergerakan harga yang sangat agresif ini terpantau pada data transaksi harian di berbagai butik emas nasional.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, harga emas batangan Antam di Butik Antam dibanderol dengan harga Rp2.968.000 per gram. Nominal tersebut naik Rp52 ribu jika dibandingkan dengan harga sebelumnya. Selain itu, harga buyback atau jual kembali emas Antam juga meningkat Rp50 ribu sehingga menjadi Rp2.799.000 per gram. Angka yang menyentuh psikologis Rp3 juta ini juga terlihat di lini produk lain, di mana harga emas Galeri24 berada di angka Rp3.068.000 per gram, sementara harga emas UBS mengalami kenaikan sebesar Rp3.136.000 per gram.

Opsi Instrumen Investasi Lain yang Patut Dipertimbangkan

Kondisi ini membuka peluang baru bagi berbagai alternatif investasi lain yang dapat dipilih para investor untuk berinvestasi dengan harga lebih terjangkau. Sehingga mereka tetap punya pilihan investasi di luar emas. Berdasarkan data dari Prudential, berikut adalah lima instrumen yang layak untuk dilirik:

Reksa Dana Reksa dana merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih pemula karena relatif aman, praktis, dan dapat dimulai dengan modal kecil. Jenis investasinya beragam, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran, hingga syariah, sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan dan tingkat risiko masing-masing investor.

Saham Saham merupakan instrumen investasi dengan potensi keuntungan tinggi, namun juga memiliki risiko yang lebih besar. Meski demikian, investasi saham tetap bisa dicoba oleh pemula dengan memulai dari modal kecil dan memilih saham berfundamental baik untuk jangka panjang. Pastikan melakukan riset terlebih dahulu agar investasi saham dapat menjadi sarana yang efektif bagi pemula.

Deposito Deposito merupakan instrumen investasi berisiko rendah dengan imbal hasil yang relatif stabil serta dapat dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Investasi ini cocok bagi investor yang mengutamakan keamanan, karena dananya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu.

Surat Berharga Negara (SBN) SBN adalah investasi berupa surat utang yang diterbitkan pemerintah dan bisa dibeli secara online. Instrumen ini relatif aman karena dijamin negara dan memberikan imbal hasil tetap dalam bentuk kupon hingga jatuh tempo.

Barang Koleksi Barang koleksi seperti jam tangan mewah atau motor antik bisa dijadikan sebagai instrumen investasi. Nilainya berpotensi meningkat seiring waktu, terutama jika barang tersebut langka dan memiliki peminat kuat di kalangan kolektor. Meski demikian, investasi barang koleksi membutuhkan pemahaman tren pasar dan ketelitian dalam memilih aset agar nilainya benar-benar berkembang di masa depan.

Panduan Keamanan Berinvestasi Menurut OJK

Di tengah kemunculan berbagai opsi investasi, aspek keamanan dan legalitas tetap menjadi pondasi utama yang tidak boleh diabaikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan beberapa prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap investor:

Kenali profil investasi Setiap orang yang hendak berinvestasi tentunya memiliki tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko yang berbeda. Memahami profil investasi membantu Anda lebih mudah untuk menentukan jenis investasi yang paling sesuai.

Pilih produk sesuai kebutuhan Setelah mengetahui profil risiko, langkah selanjutnya adalah pilih jenis dan produk investasi yang sejalan dengan tujuan keuangan serta kemampuan menerima risiko.

Pastikan legalitas produk Sebelum berinvestasi, Anda perlu pastikan produk dan lembaga yang menawarkannya memiliki izin usaha resmi sesuai bidangnya.

Ketahui regulator yang mengawasi Pahami lembaga pemerintah atau regulator yang mengawasi produk investasi tersebut sebagai langkah perlindungan jika terjadi masalah di hari kemudian.

Pelajari ketentuan produk dengan cermat Baca dan pahami hak, kewajiban, manfaat, biaya, serta risiko yang melekat pada produk investasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Tanyakan jika masih ragu Jika Anda merasa ragu atau bingung, silakan hubungi regulator terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau instansi pemerintah lainnya untuk mendapatkan informasi resmi.

Pergeseran fokus dari emas ke instrumen lain merupakan respons logis terhadap volatilitas pasar. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap risiko dan legalitas, investor tetap dapat menumbuhkan aset mereka meski harga logam mulia sedang berada di puncak tertinggi.

Terkini