Harga Sembako Jatim 28 Januari 2026 Cabai Naik, Bawang Merah Turun

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:31:41 WIB
Harga Sembako Jatim 28 Januari 2026 Cabai Naik, Bawang Merah Turun

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) pada hari ini, 28 Januari 2026, mengalami fluktuasi yang signifikan. 

Beberapa bahan pokok seperti cabai keriting, cabai besar, cabai rawit, dan minyak goreng premium mengalami kenaikan harga, sementara beberapa bahan lainnya, seperti bawang merah, bawang putih, daging sapi, serta telur ayam kampung, mengalami penurunan harga. 

Kenaikan dan penurunan harga sembako ini mengindikasikan adanya pergerakan yang perlu diwaspadai oleh konsumen untuk mengelola pengeluaran harian mereka.

Sembilan Bahan Pokok yang Terpengaruh Harga di Jawa Timur

Sembako atau sembilan bahan pokok terdiri dari berbagai kebutuhan utama, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, susu, bawang, gas elpiji, serta garam. Selain itu, cabai sebagai bahan pokok penting juga turut diperhatikan. 

Pada hari ini, harga cabai mengalami kenaikan signifikan, terutama cabai keriting, cabai besar, dan cabai rawit yang mengalami kenaikan antara 0,75 persen hingga 6,23 persen. Kenaikan harga cabai ini cukup berpengaruh pada belanja rumah tangga masyarakat.

Di sisi lain, bahan sembako lain seperti minyak goreng kemasan premium mengalami kenaikan harga sebesar 1,24 persen, yang memberikan dampak pada anggaran belanja masyarakat. 

Sementara itu, harga beberapa bahan pokok lainnya cenderung stabil tanpa perubahan berarti. Daging sapi, yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan, kali ini turun sekitar 0,42 persen. Begitu juga dengan daging ayam kampung yang mengalami penurunan harga sebesar 0,73 persen.

Daftar Harga Sembako Terbaru di Jawa Timur

Berikut adalah beberapa harga sembako terbaru di Jawa Timur yang dapat dijadikan referensi untuk masyarakat:

Beras Premium: Rp 14.854/kg

Beras Medium: Rp 12.893/kg

Gula Kristal Putih: Rp 16.609/kg

Minyak Goreng Curah: Rp 18.630/kg

Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.564/liter

Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.759/liter

Daging Sapi Paha Belakang: Rp 119.207/kg

Daging Ayam Ras: Rp 35.906/kg

Daging Ayam Kampung: Rp 68.574/kg

Telur Ayam Ras: Rp 27.417/kg

Telur Ayam Kampung: Rp 45.576/kg

Susu Kental Manis Bendera: Rp 12.658 (370 gr)

Susu Kental Manis Indomilk: Rp 12.621 (370 gr)

Cabai Merah Keriting: Rp 27.668/kg

Cabai Merah Besar: Rp 26.353/kg

Cabai Rawit Merah: Rp 50.864/kg

Bawang Merah: Rp 33.339/kg

Bawang Putih: Rp 32.735/kg

Gas Elpiji: Rp 19.861

Harga-harga tersebut bisa mengalami perubahan setiap harinya, tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan dan Penurunan Harga Sembako

Perubahan harga sembako tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang berperan besar dalam mempengaruhi harga bahan pokok di pasar. Salah satu faktor utama adalah perubahan permintaan dan penawaran. 

Jika permintaan tinggi namun pasokan terbatas, maka harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih banyak dari permintaan, harga bisa turun.

Cuaca ekstrem dan bencana alam juga sering kali menjadi penyebab fluktuasi harga sembako. Misalnya, musim kemarau panjang atau banjir bisa merusak hasil pertanian, mengurangi pasokan, dan akhirnya meningkatkan harga. 

Selain itu, kebijakan pemerintah seperti pembatasan impor, perubahan subsidi, atau kenaikan pajak dapat mempengaruhi harga sembako di pasaran.

Selain itu, biaya produksi yang semakin meningkat akibat harga bahan baku, pupuk, hingga bahan bakar yang lebih mahal dapat meningkatkan harga barang di pasar. 

Nilai tukar mata uang juga dapat memengaruhi harga sembako, terutama yang berasal dari impor. Ketika mata uang rupiah melemah, harga barang impor cenderung menjadi lebih mahal, yang dapat berimbas pada harga sembako.

Pentingnya Pemantauan Harga Sembako untuk Rumah Tangga

Pemantauan harga sembako secara rutin menjadi sangat penting, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Dengan mengetahui harga-harga terbaru, masyarakat bisa mengatur anggaran belanja mereka dengan lebih bijak. 

Apalagi, beberapa bahan pokok mengalami fluktuasi harga yang signifikan, seperti cabai, minyak goreng, dan daging. Jika tidak dipantau, bisa jadi pengeluaran rumah tangga akan membengkak tanpa disadari.

Selain itu, pengawasan terhadap harga sembako juga menjadi faktor penting untuk menjaga kestabilan perekonomian domestik. Ketidakstabilan harga sembako sering kali berdampak pada inflasi yang tinggi. 

Oleh karena itu, kebijakan yang tepat perlu diterapkan untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.

Kebijakan Pemerintah dalam Mengatur Harga Sembako

Pemerintah memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas harga sembako melalui kebijakan yang ada. Kebijakan impor, subsidi, atau pajak akan sangat berpengaruh dalam menjaga harga tetap stabil. 

Pada saat-saat tertentu, pemerintah juga memberikan subsidi untuk beberapa bahan pokok yang harganya melonjak tinggi.

Selain itu, dengan kebijakan yang tepat, pemerintah dapat membantu mengurangi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar. 

Kebijakan yang konsisten dan tepat sasaran diharapkan bisa mengurangi fluktuasi harga sembako yang sering kali memberatkan masyarakat.

Upaya Pemerintah dalam Menghadapi Fluktuasi Harga

Untuk menjaga agar fluktuasi harga sembako tidak terlalu ekstrem, pemerintah terus melakukan intervensi pasar jika diperlukan. Intervensi tersebut bisa berupa operasi pasar, yang menjual barang kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, atau kebijakan lainnya yang bisa menekan lonjakan harga.

Dengan kebijakan yang matang dan penerapan yang tepat, pemerintah berharap bisa menciptakan kestabilan harga sembako yang baik. Masyarakat pun bisa merencanakan pengeluaran lebih baik, menghindari pemborosan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa kesulitan.

Terkini