JAKARTA - Dalam dunia keuangan, banyak lembaga yang menawarkan berbagai jenis pembiayaan bagi para pelaku usaha.
Namun, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengambil pendekatan yang berbeda dengan menempatkan pemberdayaan perempuan prasejahtera sebagai langkah awal sebelum pembiayaan diberikan.
Dengan cara ini, PNM memastikan bahwa nasabah tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan menyeluruh agar bisa memulai dan mengembangkan usaha dengan stabil. Pendekatan ini tidak hanya memastikan kesuksesan finansial, tetapi juga membentuk dampak sosial yang lebih luas.
Bagi PNM, pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar program atau aktivitas sesaat. Itu adalah bagian dari filosofi bisnis yang menjadi unique selling point (USP) perusahaan.
Ini merupakan langkah strategis yang membedakan PNM dari lembaga keuangan lainnya. Melalui pemberdayaan ini, PNM berusaha mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi, sekaligus memberikan kesempatan bagi perempuan di sektor prasejahtera untuk mandiri dan berkembang.
PKU Akbar Sebagai Sarana Pengembangan Usaha dan Literasi Keuangan
Salah satu contoh nyata dari komitmen PNM terhadap pemberdayaan perempuan adalah melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar.
Program ini rutin dilaksanakan di berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia, dengan tujuan untuk memberikan pelatihan yang tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga pada keterampilan usaha yang praktis.
Baru-baru ini, PKU Akbar digelar di Surabaya dan berhasil menjangkau lebih dari 500 nasabah, bahkan pada beberapa kesempatan acara ini mampu menarik perhatian hingga ribuan peserta.
Di Surabaya, kegiatan ini difasilitasi oleh jaringan 166 kantor unit PNM, yang meliputi 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar. Jangkauan program ini meluas ke 7 kabupaten/kota, dan mencakup 128 kecamatan.
Dengan cakupan yang begitu luas, program ini memberi dampak signifikan kepada ribuan perempuan di berbagai daerah, membuka peluang baru bagi mereka untuk memulai atau mengembangkan usaha yang lebih baik dan lebih stabil.
Pelatihan Literasi Keuangan yang Meningkatkan Kapasitas Usaha
PKU Akbar Surabaya dimulai dengan coaching clinic interaktif, di mana peserta diajak untuk berbincang langsung dengan para ahli dalam bidang usaha mikro.
Salah satu sesi yang menarik adalah sharing session bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Di sini, nasabah memperoleh pemahaman mendalam mengenai pentingnya legalitas usaha dan kesempatan untuk berkonsultasi tentang pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal. Selain itu, ada juga kelas praktis seperti cooking class dan handycraft, yang memberikan keterampilan langsung yang dapat diterapkan dalam usaha sehari-hari.
Melalui kelas-kelas ini, para peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga keterampilan yang aplikatif, seperti cara mengurus izin usaha dan menghitung untung-rugi dengan benar.
Sebagai contoh, salah satu peserta program yang memiliki usaha Nastar Semanggi (NAGI) mengaku, "Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha."
Pendampingan Sebagai Inti Keberhasilan Model Bisnis PNM
Menurut Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, pemberdayaan perempuan merupakan inti dari model bisnis yang diusung oleh PNM.
"Kami percaya bahwa pembiayaan akan jauh lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha," ujarnya.
Pendekatan ini sangat berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya yang cenderung hanya memberikan pembiayaan tanpa pendampingan yang berkelanjutan.
PNM percaya bahwa dengan adanya pendampingan, nasabah tidak hanya mampu mengelola usaha dengan lebih baik, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih berharga dalam berbisnis.
Lebih dari itu, mereka mendapatkan ekosistem belajar di mana mereka bisa belajar dari sesama pelaku usaha yang sudah lebih dulu berkembang. Hal inilah yang membuat nasabah PNM lebih siap untuk naik kelas dan memperbesar usaha mereka.
Pemberdayaan yang Berkelanjutan dengan Program PKU Akbar
Tidak hanya sebatas pelatihan, PKU Akbar juga memberikan kesempatan bagi para nasabah untuk memperluas jejaring usaha mereka.
Salah satu bagian dari rangkaian acara ini adalah bazar yang menghadirkan 20 UMKM binaan PNM. Dalam bazar ini, para nasabah dapat mempromosikan produk mereka dan menjalin hubungan dengan pelaku usaha lain. Ini merupakan peluang besar bagi para nasabah untuk membuka ruang promosi yang lebih luas dan memperkuat jejaring usaha mereka.
Tidak hanya itu, program ini juga mengundang Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan talkshow tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, serta cara-cara untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih efektif.
Melalui acara ini, peserta bisa mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang kebijakan pemerintah yang mendukung sektor UMKM dan peluang pembiayaan yang bisa mereka manfaatkan.
Meningkatkan Peran Perempuan dalam Ekonomi Lokal
Pemberdayaan perempuan di sektor prasejahtera tidak hanya memberi manfaat bagi individu yang terlibat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Dengan meningkatnya jumlah perempuan yang memiliki usaha yang berkembang, maka secara tidak langsung akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian di tingkat lokal. Hal ini juga berperan dalam menurunkan tingkat kemiskinan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan PNM juga menggarisbawahi betapa pentingnya peran perempuan dalam mendorong perekonomian. Pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga pembangunan kapasitas yang mengarah pada pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Komitmen PNM dalam Mewujudkan Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan
PNM menunjukkan bahwa lembaga keuangan yang berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan lebih mampu memberikan dampak sosial yang positif.
Melalui program seperti PKU Akbar, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga membekali nasabah dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan usaha mereka.
Ini menjadikan PNM sebagai mitra tumbuh bagi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera, dalam meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.