Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:53:05 WIB
Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pangan kembali menjadi perhatian pada Selasa pagi. 

Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan, perubahan harga komoditas pokok menjadi indikator penting kondisi pasokan dan distribusi di pasar. Berdasarkan pemantauan terbaru, sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami penurunan harga secara nasional, terutama kelompok bumbu dapur dan protein hewani.

Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses di Jakarta pada pukul 08.12 WIB menunjukkan tren penurunan pada beberapa bahan pangan utama. Cabai, bawang, hingga daging dan telur tercatat lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini memberi sedikit ruang napas bagi konsumen yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi fluktuasi harga.

Berikut gambaran lengkap perkembangan harga pangan nasional hari ini berdasarkan data resmi Bapanas.

Harga Bawang dan Cabai Turun Serempak

Komoditas bumbu dapur menjadi salah satu kelompok yang mencatat penurunan cukup signifikan. Harga rata-rata nasional bawang merah berada di angka Rp38.296 per kilogram (kg). Angka ini turun Rp2.657 dibandingkan harga pada Senin, 26 Januari 2026.

Bawang putih bonggol juga mengalami penurunan harga dan kini berada di level Rp37.896 per kg. Penurunan serupa terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah keriting tercatat Rp32.815 per kg, cabai merah besar Rp30.695 per kg, dan cabai rawit merah berada di Rp47.049 per kg.

Turunnya harga cabai dan bawang memberi sinyal positif bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Dua komoditas ini dikenal sangat sensitif terhadap cuaca dan distribusi, sehingga pergerakannya kerap memicu perubahan harga makanan di tingkat konsumen. Stabilitas harga pada kelompok ini diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga masakan siap saji maupun bahan pangan olahan.

Daging Ayam, Telur, dan Beras Masih Stabil

Selain bumbu dapur, penurunan juga terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging ayam ras tercatat Rp38.516 per kg, sementara telur ayam ras berada di rata-rata Rp30.632 per kg. Kedua komoditas ini merupakan sumber protein utama masyarakat sehingga pergerakan harganya selalu mendapat perhatian khusus.

Untuk kelompok beras, harga masih berada pada level yang relatif stabil. Beras premium tercatat di harga rata-rata Rp15.483 per kg, beras medium Rp13.098 per kg, dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) berada di angka Rp12.329 per kg.

Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan masih terjaga di pasar. Sebagai bahan pangan pokok, beras menjadi tolok ukur utama inflasi pangan. Dengan harga yang belum menunjukkan lonjakan, tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga dapat lebih terkendali, terutama bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Minyak Goreng dan Ikan Ikut Melemah

Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Harga rata-rata nasional minyak goreng curah berada di angka Rp17.106 per liter. Untuk minyak goreng kemasan, harga tercatat Rp20.603 per liter, sementara MinyaKita berada di Rp17.165 per liter.

Penurunan tidak hanya terjadi pada produk nabati, tetapi juga pada sektor perikanan. Harga ikan kembung turun menjadi Rp42.188 per kg, ikan tongkol Rp35.074 per kg, dan ikan bandeng berada di Rp33.048 per kg.

Ikan menjadi alternatif protein selain daging dan ayam, sehingga perubahan harganya berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat. Dengan harga yang cenderung lebih rendah hari ini, ikan berpotensi kembali menjadi pilihan utama dalam menu harian rumah tangga.

Daging Sapi Ikut Terkoreksi

Komoditas daging sapi juga mengalami koreksi harga. Daging sapi murni kini berada di level Rp133.464 per kg atau turun Rp2.860 dibandingkan harga pada Senin. Penurunan ini menjadi catatan penting mengingat daging sapi biasanya memiliki harga relatif stabil dan jarang turun dalam waktu singkat.

Koreksi harga daging sapi dapat dipengaruhi oleh distribusi stok, pasokan impor, maupun pergerakan permintaan. Dalam konteks konsumsi harian, meski masih tergolong mahal dibandingkan protein lain, penurunan harga tetap memberi peluang bagi masyarakat untuk membeli dengan beban biaya yang sedikit lebih ringan.

Tren Harga dan Dampaknya bagi Konsumen

Secara umum, data hari ini menunjukkan kecenderungan penurunan pada beberapa komoditas utama. Bawang, cabai, daging ayam, telur, ikan, hingga daging sapi bergerak ke arah yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Meski tidak semua komoditas mengalami penurunan besar, tren ini memberi sinyal bahwa pasokan relatif terjaga dan distribusi berjalan lebih lancar.

Bagi konsumen, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengatur ulang belanja harian. Turunnya harga cabai dan bawang, misalnya, berpotensi menekan biaya memasak. Begitu pula dengan harga ayam dan telur yang lebih rendah, yang bisa menjadi alternatif protein terjangkau.

Di sisi lain, stabilnya harga beras menunjukkan pentingnya menjaga pasokan komoditas pokok agar tidak memicu gejolak harga yang lebih luas. Pemerintah melalui pemantauan Bapanas terus menjadikan data harga sebagai dasar kebijakan stabilisasi pangan, termasuk melalui distribusi cadangan dan intervensi pasar bila diperlukan.

Dengan perkembangan harga seperti hari ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Meski tren sementara menunjukkan penurunan, dinamika cuaca, distribusi, dan permintaan tetap berpotensi memengaruhi harga dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pemantauan rutin terhadap harga pangan menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli dan ketahanan konsumsi rumah tangga.

Terkini