Pemerintah Rilis ORI029 dengan Kupon Tetap Menarik Hingga 5,80 Persen

Senin, 26 Januari 2026 | 15:41:56 WIB
Pemerintah Rilis ORI029 dengan Kupon Tetap Menarik Hingga 5,80 Persen

JAKARTA - Pemerintah kembali membuka akses investasi ritel bagi masyarakat dengan menerbitkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) seri Obligasi Negara Ritel (ORI) ORI029. 

Penerbitan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam menawarkan instrumen investasi ritel pada tahun 2026, sekaligus memberikan alternatif penempatan dana yang relatif aman di tengah dinamika pasar keuangan global.

Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah menawarkan ORI029 dalam dua pilihan tenor yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko investor domestik. Instrumen ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana investasi, tetapi juga mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berkelanjutan.

Jadwal Penawaran dan Mekanisme Pembelian ORI029

Berdasarkan informasi resmi dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, masa penawaran ORI029 dibuka mulai 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan akan berakhir pada 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Seluruh proses pemesanan dilakukan secara daring melalui sistem e-SBN yang telah disediakan oleh pemerintah bekerja sama dengan mitra distribusi.

Setelah masa penawaran berakhir, penetapan hasil penjualan dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari 2026. Sementara itu, proses setelmen atau penyelesaian transaksi akan dilakukan pada 25 Februari 2026. Skema ini memberikan kepastian jadwal bagi investor sejak awal proses pemesanan hingga kepemilikan resmi obligasi.

ORI029 merupakan obligasi negara tanpa warkat yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, kepemilikannya dibatasi hanya untuk investor domestik yang telah memiliki Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau Single Investor Identification (SID).

Pilihan Tenor dan Tingkat Kupon Tetap

Dalam penerbitan kali ini, pemerintah menawarkan ORI029 dalam dua seri, yakni ORI029T3 dan ORI029T6. ORI029T3 memiliki tenor 3 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Sementara itu, ORI029T6 ditawarkan dengan tenor 6 tahun dan akan jatuh tempo pada 15 Februari 2032.

Dari sisi imbal hasil, pemerintah menetapkan kupon bersifat tetap atau fixed rate untuk kedua tenor tersebut. ORI029T3 menawarkan kupon sebesar 5,45 persen per tahun, sedangkan ORI029T6 memberikan kupon lebih tinggi, yakni 5,80 persen per tahun. Penetapan kupon tetap ini memberikan kepastian pendapatan bagi investor hingga jatuh tempo, terlepas dari fluktuasi suku bunga pasar.

Dengan karakteristik tersebut, ORI029 dinilai cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan rutin dan stabil, sekaligus ingin berkontribusi dalam pembiayaan negara.

Ketentuan Pembelian dan Batas Kepemilikan

Pemerintah menetapkan nilai pembelian minimum ORI029 sebesar Rp 1 juta untuk masing-masing tenor. Ketentuan ini dimaksudkan agar instrumen SBN ritel tetap inklusif dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Adapun batas maksimum pembelian dibedakan berdasarkan tenor. Untuk ORI029T3, investor dapat membeli hingga maksimal Rp 5 miliar. Sementara itu, batas maksimum pembelian ORI029T6 ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 10 miliar. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi investor ritel dengan kapasitas dana yang lebih besar untuk menyesuaikan portofolio investasinya.

Seluruh proses pemesanan, pembayaran, hingga konfirmasi kepemilikan dilakukan secara elektronik melalui mitra distribusi resmi yang terhubung dengan sistem e-SBN.

Skema Pembayaran Kupon dan Perdagangan Sekunder

Pembayaran kupon ORI029 dilakukan secara berkala setiap tanggal 15 setiap bulan. Untuk pembayaran kupon pertama, investor akan menerima imbal hasil pada 15 April 2026. Skema pembayaran rutin ini menjadi salah satu daya tarik utama ORI, karena memberikan aliran pendapatan yang konsisten bagi pemegang obligasi.

ORI029 juga memiliki ketentuan masa holding period, yakni satu kali pembayaran kupon. Dengan demikian, investor baru dapat memperdagangkan obligasi ini di pasar sekunder mulai 16 April 2026. Ketentuan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar pada masa awal penerbitan.

Sebagai instrumen yang dapat diperdagangkan, ORI029 memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor yang membutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo, meskipun harga jual di pasar sekunder dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan pergerakan suku bunga.

ORI029 sebagai Alternatif Investasi Ritel Awal 2026

Penerbitan ORI029 menandai komitmen pemerintah untuk terus menyediakan instrumen investasi ritel yang aman dan transparan bagi masyarakat. Dengan kupon tetap yang kompetitif dan pilihan tenor yang beragam, ORI029 menjadi salah satu alternatif investasi yang relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain memberikan potensi imbal hasil yang stabil, investasi pada ORI029 juga mencerminkan partisipasi langsung masyarakat dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Melalui skema SBN ritel, pemerintah berharap basis investor domestik terus meningkat dan semakin kuat dalam menopang ketahanan fiskal jangka panjang.

Dengan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan, ORI029 diharapkan dapat menarik minat investor ritel dari berbagai kalangan, baik investor pemula maupun berpengalaman, untuk mulai tahun 2026 dengan instrumen investasi yang relatif aman dan terukur.

Terkini