JAKARTA - Transportasi umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin berkembang dengan kehadiran layanan Trans Jogja, yang telah menjadi tulang punggung mobilitas publik di kota ini.
Menghubungkan berbagai kawasan strategis, dari kawasan wisata hingga kampus dan rumah sakit, Trans Jogja terus berinovasi untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Terlebih lagi, dengan adanya pengembangan rute dan penerapan teknologi nontunai, layanan ini kini semakin praktis dan efisien.
Pada 26 Januari 2026, Trans Jogja mengumumkan adanya sejumlah rute baru yang melayani lebih banyak titik strategis di Yogyakarta dan sekitarnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung kegiatan wisata yang menjadi salah satu daya tarik utama Yogyakarta.
Dengan tambahan jalur transportasi yang menghubungkan kawasan-kawasan penting, layanan Trans Jogja semakin memperluas akses bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi umum yang terjangkau dan nyaman.
Perluasan Rute Trans Jogja untuk Akses Lebih Luas
Salah satu tujuan utama dari perluasan rute Trans Jogja adalah untuk memperkuat integrasi antar kawasan di Yogyakarta, yang melibatkan berbagai sektor penting seperti pendidikan, perkantoran, dan wisata.
Jalur-jalur baru yang dihadirkan akan membantu masyarakat berpindah dari satu titik ke titik lainnya dengan lebih mudah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Rute Trans Jogja juga dirancang untuk melintasi destinasi wisata populer, memungkinkan wisatawan untuk menikmati perjalanan yang praktis dan sekaligus menikmati keindahan Yogyakarta.
Tidak hanya itu, keberadaan trayek baru ini juga mendukung perekonomian lokal dengan membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan-kawasan tertentu, seperti Malioboro, Prambanan, dan Borobudur, yang merupakan kawasan wisata unggulan di Yogyakarta.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan, Trans Jogja kini tidak hanya memperkenalkan rute baru, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dengan sistem pembayaran nontunai yang memudahkan penumpang.
Penumpang dapat menggunakan dompet digital atau kartu elektronik untuk membayar tiket, yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kecepatan transaksi, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kesalahan pembayaran.
Jalur-Jalur Trans Jogja yang Terbaru
Trans Jogja kini memiliki 15 jalur aktif yang melayani berbagai wilayah strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Malioboro hingga bandara, rute-rute ini menghubungkan tempat-tempat penting, baik itu untuk kepentingan wisata, pendidikan, maupun kesehatan. Berikut adalah daftar jalur yang saat ini sudah beroperasi:
Jalur 1A: Prambanan – Kalasan – Bandara Adisutjipto – Hotel Jayakarta – Janti – Ambarukmo – UIN/LPP – RS Bethesda – Mangkubumi – Malioboro – Taman Pintar – Kridosono – AA YKPN – Prambanan
Jalur 1B: Bandara Adisutjipto – Jayakarta – RS Hardjolukito – JEC – Gembira Loka – SGM – Pakualaman – TMP Kusumanegara – Museum Biologi – Stasiun Tugu – Ngabean – Titik Nol – Taman Pintar – Bandara Adisutjipto
Jalur 2A: Terminal Condongcatur – Monjali – Jombor – PDAM – Jetis – Malioboro – Taman Pintar – Purawisata – RSI Hidayatullah – Gedongkuning – Banguntapan – Gembira Loka – Mandala Krida – UNY – Gejayan – Condongcatur
Jalur 2B: Terminal Condongcatur – Affandi – UNY – RS Panti Rapih – Kridosono – Mandala Krida – Kusumanegara – Banguntapan – XT Square – Museum Perjuangan – Gondomanan – Ngabean – Wirobrajan – Monjali – Condongcatur
Jalur 3A: Terminal Giwangan – JEC – Janti – Transmart – Maguwoharjo – Bandara Adisutjipto – UPN – RS Sardjito – Tugu – Malioboro – Ngabean – Wirosaban – Giwangan
Jalur 3B: Terminal Giwangan – Tamansari – Ngabean – Tugu – RS YAP – RS Sardjito – Condongcatur – Bandara Adisutjipto – Prambanan – RS Hardjolukito – JEC Banguntapan – Giwangan
Jalur 4A: Terminal Giwangan – Pasar Giwangan – Museum Biologi – Lempuyangan – RS Bethesda – RS Panti Rapih – RSUP Dr. Sardjito – Giwangan
Jalur 5A: Terminal Jombor – Jalan Magelang – Jetis – Amplaz – Babarsari – Seturan – Condongcatur – Pakuwon Mall – Jombor
Jalur 5B: Terminal Jombor – Monjali – MM UGM – Jalan Kaliurang – Condongcatur – JIH – Babarsari – Bandara Adisutjipto – RS Bethesda – RS YAP – Jombor
Jalur 6A dan 6B: Halte Gamping – PKU Gamping – UMY – Alma Ata – Kasihan – Madukismo – Ngabean – Malioboro – Gamping
Jalur 8: Terminal Jombor – UTY – Godean – Tugu – Malioboro – Ngabean – Stasiun Tugu – Jombor
Jalur 9: Terminal Giwangan – Jogokaryan – Plengkung Gading – Ngabean – SMA 1 – TVRI – JCM – Jombor – Giwangan
Jalur 10: Gamping – Pasar Gamping – Muallimin – Ngabean – Senopati – Lempuyangan – Kusumanegara
Jalur 11: Terminal Giwangan – UAD Ringroad – Tugu – RS Panti Rapih – UGM – RS YAP – Giwangan
Jalur 13: Godean – Pasar Kranggan – Tugu – Kotabaru – Malioboro – Ngabean – Godean
Jalur 14: Bandara Adisutjipto – Depok – Ngaglik – UII – RS Panti Nugroho – Terminal Pakem
Jalur 15: Malioboro – Ngabean – Pasty – Kasongan – Bantul – Terminal Palbapang
Tarif Trans Jogja dan Pembayaran Nontunai
Untuk memberikan kemudahan kepada para penumpang, Trans Jogja menetapkan tarif yang terjangkau. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 361/KEP/2022, tarif untuk penumpang reguler adalah Rp3.600, sedangkan untuk pelajar hanya Rp60.
Untuk mereka yang menggunakan layanan berlangganan, tarifnya hanya Rp2.700. Semua transaksi dilakukan secara nontunai, menggunakan kartu elektronik atau dompet digital, yang semakin memudahkan penumpang dalam membayar tiket tanpa perlu membawa uang tunai.
Sistem pembayaran ini bertujuan untuk mempercepat proses transaksi tiket, mengurangi risiko kesalahan pembayaran, serta meningkatkan keamanan. Dengan adanya penerapan teknologi nontunai ini, diharapkan penumpang akan semakin nyaman dan merasa aman dalam menggunakan layanan Trans Jogja.
Meningkatkan Mobilitas dengan Layanan yang Terintegrasi
Dengan adanya jalur baru dan penerapan sistem pembayaran nontunai, Trans Jogja semakin siap untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Yogyakarta. Baik untuk kepentingan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata, layanan ini memberikan solusi transportasi yang efisien, terjangkau, dan aman.
Selain itu, dengan menghubungkan kawasan wisata dan pusat-pusat kegiatan penting, Trans Jogja turut berperan dalam memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta.