11 Tanda Awal Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikira Keluhan Biasa

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:51:33 WIB
11 Tanda Awal Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikira Keluhan Biasa

JAKARTA – Diabetes sering disebut sebagai “penyakit senyap” karena gejalanya berkembang perlahan dan sering tidak disadari sejak awal. 

Namun, pada wanita, tanda awal penyakit ini kerap muncul dalam bentuk keluhan ringan yang mudah dianggap biasa, seperti rasa lelah, sering haus, hingga perubahan pada kulit. Padahal, deteksi dini gejala diabetes penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

Di tengah aktivitas harian yang padat, banyak wanita cenderung mengabaikan sinyal tubuh yang tampak sepele. Padahal, perubahan pola energi, fungsi pencernaan, hingga kondisi kulit bisa menjadi indikasi bahwa kadar gula darah mulai tidak terkontrol. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat, bahkan mengancam organ vital.

Melansir dari laman Women’s Health, terdapat sejumlah tanda awal diabetes yang perlu dikenali oleh wanita. Dengan memahami tanda-tanda ini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan lebih cepat sebelum kondisi semakin memburuk. Berikut ulasan lengkap mengenai tanda awal diabetes pada wanita yang penting untuk diketahui.

1. Tanda Awal yang Sering Dianggap Biasa

Sering buang air kecil sepanjang hari
Kelebihan gula dalam darah membuat tubuh berusaha mengeluarkannya melalui urine. Karena cairan mengikuti gula, volume urine menjadi sangat tinggi. Jika Anda mulai lebih sering buang air kecil tanpa sebab jelas dan bahkan harus bangun beberapa kali di malam hari, sebaiknya periksa ke dokter.

Terus merasa haus
Sering buang air kecil menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga muncul rasa haus berlebihan. Beberapa orang justru minum soda atau jus untuk menghilangkan haus, padahal minuman manis dapat meningkatkan gula darah. Urine yang gelap, rasa haus ekstrem, dan tubuh terasa ringan karena kehilangan cairan adalah tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai.

2. Perubahan Fisik yang Menandakan Gula Darah Tidak Stabil

Napas menjadi tidak sedap
Dehidrasi membuat mulut kering sehingga produksi air liur berkurang dan bakteri lebih mudah berkembang. Selain itu, diabetes yang belum terkontrol bisa memicu ketosis yaitu kondisi ketika tubuh membakar lemak sebagai energi. Ketosis menghasilkan keton yang membuat napas berbau manis, seperti buah, bahkan mirip aroma aseton. Jika Anda tidak sedang menjalani diet keto, kondisi ini perlu diperiksa.

Penglihatan menjadi kabur
Kenaikan gula darah dapat menyebabkan cairan menumpuk di lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Banyak orang mengira mereka butuh kacamata baru padahal masalahnya berasal dari gula darah yang tidak stabil. Setelah kadar gula terkendali, penglihatan biasanya membaik.

3. Sensasi Tidak Nyaman pada Saraf dan Luka yang Sulit Sembuh

Tangan dan kaki sering terasa kesemutan
Lebih dari setengah penderita diabetes tipe 2 mengalami neuropati yaitu mati rasa atau sensasi seperti ditusuk jarum di tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena aliran darah ke bagian tubuh tersebut berkurang dan saraf mengalami kerusakan.

Luka dan memar sulit sembuh
Sensasi yang berkurang membuat Anda tidak sadar saat terluka. Gula darah tinggi juga menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri sehingga luka mudah terinfeksi. Selain itu, penyempitan pembuluh darah menghambat aliran nutrisi ke area luka sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lambat.

4. Tanda pada Berat Badan dan Energi Tubuh

Turun berat badan tanpa sebab
Jika tubuh mengalami resistensi insulin, gula tidak bisa masuk ke sel dan tidak bisa digunakan sebagai energi. Akibatnya tubuh membakar lemak dan otot sebagai sumber tenaga. Hal ini dapat membuat berat badan turun drastis meskipun Anda tidak sedang diet.

Tetap lelah meski sudah tidur cukup
Gula adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun jika gula tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, tubuh tetap terasa lelah. Dehidrasi akibat sering buang air kecil juga dapat memperburuk kondisi ini. Jika tidak ada alasan lain yang menjelaskan rasa lelah ekstrem, ini bisa menjadi tanda awal diabetes.

5. Gejala pada Kulit dan Area Kewanitaan

Infeksi jamur sering kambuh
Kadar gula yang tinggi menjadi makanan bagi jamur sehingga infeksi jamur di area kewanitaan lebih mudah muncul. Jika Anda sering mengalami infeksi dan pengobatan biasa tidak membantu, kemungkinan besar gula darah perlu diperiksa.

Kulit menggelap di area tertentu
Munculnya bercak gelap di leher, ketiak, atau selangkangan dapat menjadi tanda resistensi insulin. Kondisi ini disebut acanthosis nigricans dan sering terjadi pada wanita dengan PCOS. Jika muncul perubahan warna kulit yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Tubuh terasa sangat gatal
Gatal dapat muncul akibat kulit kering, infeksi jamur, atau sirkulasi darah yang buruk. Pada diabetes, area yang paling sering gatal adalah kaki. Anda dapat mencoba mengurangi gatal dengan mandi lebih jarang, memakai sabun yang mengandung pelembap, dan rutin menggunakan lotion setelah mandi.

Terkini