Kabar Bak! KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, UMKM Dapatkan Akses Modal Lebih Mudah Ini Syaratnya

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:24:19 WIB
Kabar Bak! KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, UMKM Dapatkan Akses Modal Lebih Mudah Ini Syaratnya

JAKARTA - Menjelang Ramadan 2026, geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah mulai menunjukkan peningkatan. 

Momentum ini kerap dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbesar kapasitas produksi, menambah stok, hingga memperluas jangkauan pemasaran. Namun, keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama yang dihadapi banyak UMKM.

Di tengah kebutuhan tersebut, kehadiran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 menjadi angin segar. Bank Negara Indonesia (BNI) kembali membuka akses pembiayaan bersubsidi bagi UMKM dengan bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah. Program ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dilansir dari metrotvnews.com, KUR BNI 2026 menawarkan proses pendaftaran yang cepat, plafon pinjaman yang kompetitif, serta skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha produktif.

KUR BNI 2026 Jadi Solusi Modal UMKM Menjelang Ramadan

Peningkatan permintaan pasar menjelang Ramadan biasanya mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi. Mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga jasa, kebutuhan tambahan modal menjadi hal yang tidak terhindarkan.

Melalui KUR BNI 2026, pelaku usaha memiliki alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau dibandingkan kredit komersial. Program ini dirancang agar UMKM dapat mengakses modal tanpa terbebani bunga tinggi, sehingga arus kas usaha tetap terjaga.

Selain itu, dukungan perbankan melalui KUR juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemulihan dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Syarat Pengajuan KUR BNI 2026 yang Perlu Dipahami

Agar proses pengajuan berjalan lancar, calon debitur perlu memahami sejumlah ketentuan dasar yang telah ditetapkan. Syarat ini bertujuan memastikan bahwa pembiayaan tepat sasaran dan digunakan untuk kegiatan usaha produktif.

Berikut syarat pengajuan KUR BNI 2026:

Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Usaha telah berjalan setidaknya selama enam bulan.

Tidak sedang menerima Kredit Produktif dan Kredit Program lainnya dari bank atau lembaga pembiayaan di luar KUR.

Pengajuan KUR tetap dimungkinkan meskipun pemohon memiliki Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk kebutuhan produktif, atau kartu kredit, selama pembayaran berjalan lancar.

Dengan ketentuan tersebut, BNI berupaya memastikan bahwa penerima KUR benar-benar memiliki usaha aktif dan kemampuan untuk mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab.

Alur dan Cara Pengajuan KUR BNI 2026

Selain memenuhi persyaratan, calon pemohon juga perlu memahami tahapan pengajuan KUR agar prosesnya lebih efisien. BNI menyediakan fasilitas pengajuan secara daring untuk memudahkan pelaku UMKM.

Berikut langkah-langkah pengajuan KUR BNI 2026:

Mengakses situs resmi eform.bni.co.id untuk pengajuan KUR secara online.

Membaca seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku, kemudian mencentang kolom persetujuan.

Mengklik tombol “Lanjutkan” untuk masuk ke tahap pengajuan berikutnya.

Mengisi data pribadi dan informasi usaha secara lengkap dan benar.

Menunggu informasi lanjutan dari pihak BNI setelah data dikirimkan.

Tim BNI akan melakukan survei ke lokasi usaha dan wawancara dengan pemohon.

Menunggu hasil pengajuan dalam waktu tiga hingga tujuh hari kerja.

Jika disetujui, pemohon akan dihubungi untuk penandatanganan kontrak kredit.

Proses ini dirancang agar transparan dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan.

Produk, Plafon, dan Bunga KUR BNI 2026

Mengacu pada informasi dari laman resmi BNI, KUR BNI 2026 memiliki sejumlah ketentuan terkait produk dan biaya yang perlu diketahui oleh calon debitur.

Untuk KUR Mikro, BNI menetapkan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta. Terdapat dua jenis kredit yang ditawarkan, yakni Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Tujuan kredit mencakup berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa, sesuai ketentuan pemerintah terkait KUR. Dari sisi biaya, kredit modal kerja maupun kredit investasi dikenakan suku bunga maksimum enam persen efektif anuitas per tahun.

Adapun jangka waktu pembiayaan ditetapkan maksimal tiga tahun untuk kredit modal kerja dan hingga lima tahun untuk kredit investasi. BNI juga mengenakan biaya administrasi sebesar Rp150 ribu, serta denda keterlambatan sebesar lima persen per tahun dari jumlah tunggakan.

Peran KUR BNI dalam Mendukung Pertumbuhan Usaha

KUR BNI 2026 tidak hanya menjadi sumber pembiayaan, tetapi juga instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Dengan akses modal yang lebih mudah dan terjangkau, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Namun demikian, penggunaan dana KUR tetap perlu disertai perencanaan usaha yang matang. Pemanfaatan kredit secara produktif akan membantu menjaga kelancaran pembayaran sekaligus memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Dengan memahami syarat, alur pengajuan, serta ketentuan produk KUR BNI 2026, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih bijak dan terukur.

Terkini