Slip Gaji Adalah: Pengertian, Hukum, dan Contoh Cara Membuatnya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:24:51 WIB
slip gaji adalah

Jakarta - Slip gaji adalah bukti tertulis yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai rincian penghasilan mereka setiap bulan. 

Meskipun formatnya bisa berbeda di tiap perusahaan, dokumen ini memuat informasi penting seperti gaji pokok, tunjangan, potongan, dan total penerimaan. 

Memahami isi slip gaji penting supaya kamu tahu hak dan penghasilanmu secara jelas. 

Slip gaji adalah alat yang membantu karyawan memantau dan mengelola penghasilan mereka dengan transparan.

Slip Gaji Adalah

Dikutip dari Forbes, slip gaji adalah dokumen resmi yang diberikan perusahaan kepada karyawan, berisi rincian gaji kotor, potongan, serta gaji bersih yang diterima. 

Potongan ini umumnya mencakup pajak, iuran BPJS, biaya asuransi kesehatan, dan lain-lain. Dari dokumen ini, karyawan bisa mengetahui gaji kotor mereka dan semua pengurangan yang diterapkan. 

Jika ada potongan untuk tunjangan seperti premi asuransi atau dana pensiun, hal tersebut tetap menjadi hak karyawan. 

Dengan begitu, di masa depan karyawan bisa menuntut manfaat asuransi yang telah dipotong dan mengakses dana pensiun saat mencapai usia pensiun.

Regulasi Mengenai Slip Gaji

Apakah perusahaan wajib menyerahkan slip gaji kepada karyawan? Jawabannya dapat ditemukan dalam peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. 

Berdasarkan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan tidak diwajibkan secara eksplisit untuk memberikan slip gaji setiap bulan kepada pekerjanya.

Meski begitu, perusahaan tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan bukti pembayaran upah kepada karyawan. 

Bukti tersebut bisa berupa transfer bank, nota pembayaran, atau dokumen lain yang sah. Slip gaji bisa menjadi salah satu bentuk bukti pembayaran yang sah. 

Kewajiban ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, yang menetapkan bahwa setiap pembayaran upah harus dapat dibuktikan oleh perusahaan kepada karyawannya.

Kenapa Perlu Ada Slip Gaji? 

Slip gaji memiliki peran penting, baik untuk karyawan maupun perusahaan yang memberikan upah. Berikut penjelasan secara lengkap:

1. Manfaat bagi Karyawan
Menurut Investopedia, slip gaji memungkinkan karyawan untuk melihat bagaimana perusahaan memenuhi kewajibannya terhadap mereka. 

Dokumen ini juga berfungsi sebagai bukti yang dapat dipakai dalam berbagai keperluan administrasi. 

Contohnya, saat mengajukan pinjaman di bank atau mencairkan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan, slip gaji sering diminta sebagai syarat. 

Selain itu, ketika pindah pekerjaan, slip gaji dari perusahaan sebelumnya biasanya diperlukan untuk menentukan besaran gaji di tempat kerja baru.

2. Manfaat bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, memberikan slip gaji menunjukkan sikap transparan kepada karyawan dan menegaskan bahwa hak mereka dihargai. Selain itu, slip gaji bisa dijadikan arsip untuk keperluan laporan keuangan. 

Dokumen ini juga menjadi bukti bagi pihak berwenang bahwa perusahaan telah memenuhi kewajibannya sebagai pemberi upah secara resmi.

Cara Membuat Slip Gaji

Saat menyusun slip gaji atau payslip, ada beberapa komponen penting yang sebaiknya dicantumkan agar informasi mengenai gaji karyawan tersampaikan dengan lengkap. Berikut adalah rincian komponen yang biasanya ada pada payslip:

1. Gaji Kotor
Gaji kotor adalah total penghasilan yang diterima karyawan sebelum dilakukan pemotongan apapun. 

Besaran ini diperoleh dari penjumlahan gaji pokok, tunjangan, bonus, uang lembur, serta penghasilan tambahan lainnya jika ada. 

Informasi ini penting agar karyawan mengetahui keseluruhan hak penghasilannya sebelum ada potongan.

2. Tunjangan
Tunjangan merupakan penghasilan tambahan yang diterima karyawan di luar gaji pokok. Tunjangan ini dapat mencakup berbagai hal, seperti tunjangan makan, transportasi, keluarga, kesehatan, maupun tunjangan lainnya. 

Semua jenis tunjangan ini sebaiknya dicantumkan secara rinci di slip gaji supaya karyawan bisa memahami dengan jelas manfaat tambahan yang mereka terima dari perusahaan.

3. Jumlah Potongan
Potongan adalah salah satu komponen yang sangat penting dan harus ditampilkan di slip gaji. Potongan ini bisa meliputi pajak penghasilan, iuran asuransi dan BPJS, kontribusi pensiun, serta potongan lain seperti cicilan atau pinjaman karyawan jika ada. 

Dengan adanya rincian potongan, karyawan bisa mengetahui secara transparan pengurangan apa saja yang dilakukan dari gaji mereka.

4. Gaji Bersih
Gaji bersih merupakan hasil dari pengurangan gaji kotor dengan seluruh potongan yang ada. Nilai inilah yang diterima karyawan pada saat hari pembayaran gaji. 

Mengetahui gaji bersih penting bagi karyawan agar mereka tahu jumlah uang yang benar-benar bisa dibawa pulang atau digunakan.

5. Periode
Biasanya gaji dibayarkan setiap bulan. Oleh karena itu, slip gaji harus mencantumkan periode pembayaran gaji tersebut. 

Informasi periode ini penting agar karyawan dapat mengetahui kapan gaji itu berlaku, sekaligus mengkorelasikannya dengan waktu kerja yang telah dilakukan selama periode tersebut.

6. Total Hari Kerja
Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, standar waktu kerja karyawan adalah 40 jam per minggu. Ketentuan ini dijabarkan sebagai berikut:

  • Maksimal 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu.
  • Maksimal 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk karyawan yang bekerja 5 hari dalam seminggu.

Jika jam atau hari kerja melebihi ketentuan ini, maka kelebihan tersebut dihitung sebagai kerja lembur, dan karyawan berhak menerima kompensasi lembur. 

Total hari kerja juga perlu dicantumkan di slip gaji agar karyawan dapat memeriksa apakah penghasilan yang diterima sudah sesuai dengan jumlah hari kerja mereka dalam bulan tersebut.

7. Nama dan ID Karyawan
Slip gaji harus memuat nama lengkap karyawan beserta nomor identifikasi karyawan. Informasi ini penting untuk memastikan bahwa slip gaji diterbitkan untuk orang yang tepat dan mencegah kebingungan administrasi.

8. Kode atau Nama Organisasi
Kode atau nama organisasi digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan tempat karyawan bekerja. 

Kode ini bisa berupa nomor unik atau singkatan yang berkaitan dengan perusahaan dan berfungsi untuk keperluan administrasi serta pencatatan akuntansi internal.

9. Tanda Tangan dan Stempel Pemberi Kerja
Slip gaji harus disahkan melalui tanda tangan dan stempel dari atasan atau departemen terkait. 

Keberadaan tanda tangan dan stempel memberikan validitas resmi pada slip gaji serta memastikan bahwa dokumen tersebut telah diperiksa dan disetujui oleh pihak berwenang di perusahaan.

10. Nomor Rekening Karyawan
Pencantuman nomor rekening karyawan di slip gaji penting untuk memastikan bahwa pembayaran gaji dilakukan secara benar. 

Hal ini membantu mengurangi risiko kesalahan transfer, sekaligus memungkinkan karyawan melakukan verifikasi bahwa dana yang diterima telah masuk ke rekening mereka sesuai nominal yang tertera di slip gaji.

Contoh Slip Gaji Karyawan Sederhana

Agar proses pembuatan slip gaji karyawan menjadi lebih praktis, kamu bisa mencontoh format slip sederhana berikut sebagai panduan.

SLIP GAJI KARYAWAN
PT ABCD SENANTIASA CERAH

Nama Karyawan: DUSTIN SETYONO
ID Karyawan: 54309867
Nomor Rekening: BCA 9811036890

Keterangan

Total Pengurangan

Total Penambahan

Gaji Pokok Rp10.000.000
Tunjangan Transportasi Rp500.000
Tunjangan Konsumsi Rp1.000.000
TOTAL GAJI KOTOR Rp11.500.000
PPH 21Rp200.000 
BPJS KesehatanRp57.000 
JHT dan Jaminan PensiunRp200.000 
TOTAL PENGURANGANRp457.000 
TOTAL DITERIMA Rp11.043.000

Mengetahui,
HR PT ABCD SENANTIASA CERAH
ANJU MAHENDRA

Sebagai penutup, itulah informasi penting seputar slip gaji, mulai dari komponen-komponennya hingga contoh pembuatannya. 

Slip gaji adalah dokumen yang memiliki peran signifikan bagi karyawan maupun perusahaan, meski tidak diwajibkan secara hukum. 

Memahaminya akan membantu kamu dalam mengelola hak dan kewajiban terkait upah dengan lebih jelas.

Terkini