Pabrik Baterai EV CATL Rampung Dibangun, Siap Beroperasi Akhir 2026

Senin, 19 Januari 2026 | 10:38:16 WIB
Pabrik Baterai EV CATL Rampung Dibangun, Siap Beroperasi Akhir 2026

JAKARTA - Fasilitas perakitan baterai atau battery manufacture equipment di pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi garapan konsorsium yang dipimpin Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) telah rampung dibangun pada Januari 2026.

Penyelesaian fasilitas ini menandai tonggak penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Fasilitas perakitan tersebut merupakan rangkaian mesin berteknologi tinggi yang bekerja dalam sistem otomatis. Mesin-mesin ini berfungsi untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai yang dapat langsung digunakan oleh industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), serta aplikasi energi lainnya.

Pembangunan Cell Plant Jadi Tahap Lanjutan Proyek

Selain fasilitas perakitan baterai, saat ini konsorsium juga tengah melanjutkan pembangunan fasilitas lainnya, yakni cell plant. Fasilitas ini akan digunakan untuk memproduksi unit dasar sel baterai yang menjadi komponen utama sebelum dirakit lebih lanjut menjadi modul dan paket baterai.

Keberadaan cell plant menjadi bagian penting dalam rantai produksi baterai kendaraan listrik. Dengan fasilitas ini, proses produksi tidak hanya berhenti pada tahap perakitan, tetapi mencakup pembuatan sel baterai yang memiliki nilai tambah tinggi dalam industri baterai global.

Penguatan Teknologi dan SDM Jadi Fokus Utama

"Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik,” kata Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, pembangunan pabrik baterai terintegrasi ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mempercepat transfer teknologi ke dalam negeri.

Kerja Sama Riset Disiapkan Lewat Penandatanganan MoU

Di sisi lain, pengembangan industri baterai kendaraan listrik juga diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, Indonesia Battery Corporation (IBC), dan CATL. Kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik.

MoU tersebut ditandatangani sebagai bagian dari persiapan peluncuran komersial seluruh rantai nilai baterai terintegrasi di Indonesia, yang ditargetkan dapat berjalan penuh pada 2028.

Ekosistem Baterai Terintegrasi Ditargetkan Beri Manfaat Nasional

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan Masyarakat,” kata Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin dalam keterangan tertulis yang sama.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan bahwa pengembangan industri baterai tidak hanya berdampak pada sisi industri, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan sosial yang luas.

PT CATIB Dibentuk untuk Garap Proyek Strategis

Dalam pelaksanaannya, IBC bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL) membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan patungan ini bertugas menggarap proyek pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

CATIB saat ini tengah membangun fasilitas produksi sel baterai, modul, dan paket baterai kendaraan listrik dengan kapasitas awal sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) pada fase pertama. Pada fase kedua, kapasitas tersebut direncanakan meningkat hingga mencapai total 15 GWh.

Proyek Berlokasi di Kawasan Industri Karawang

Pabrik baterai kendaraan listrik ini dibangun di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Total luas proyek mencapai 43 hektare yang terdiri atas dua fasilitas utama, yakni module & pack plant serta cell plant.

Lokasi ini dipilih untuk mendukung efisiensi logistik dan konektivitas dengan kawasan industri lainnya, sekaligus memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu pusat industri strategis nasional.

Target Operasi dan Investasi Proyek Dragon

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan pabrik baterai listrik terintegrasi yang dipimpin CATL ini dapat mulai beroperasi pada semester I-2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis CATL dan IBC yang dikenal dengan sebutan Proyek Dragon.

Proyek Dragon diperkirakan menelan investasi sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp98,58 triliun. Investasi ini mencakup pengembangan usaha patungan dari sektor hulu pertambangan nikel, pengolahan menengah, hingga pabrik sel baterai dan daur ulang di sisi hilir.

Terkini